Duduk Perkara Relawan BPBD Kudus Setop Bantu Urus Jenazah Pasien Corona

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 16 Agu 2020 22:32 WIB
Tim relawan pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien Corona di Kudus.
Tim relawan pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien Corona di Kudus. (Foto: Dok. BPBD Kudus)
Kudus -

Tim relawan BPBD Kudus sempat menyatakan untuk sementara berhenti membantu mengurus jenazah pasien virus Corona atau COVID-19. Hal itu karena Gugus Tugas COVID-19 Kudus telah membentuk tim pemulasaraan di tiap desa.

Di sisi lain, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyebut tim relawan berhenti membantu urus jenazah karena ada relawan yang kena Corona. BPBD Kudus pun angkat bicara.

"Tadi saya tanya ke relawan tidak ada (relawan yang terkonfirmasi COVID-19). Coba nanti kita akan cek lagi ke relawan," kata Kepala BPBD Kudus Budi Waluyo kepada wartawan selepas audiensi dengan Ketua DPRD Kudus dan Kapolres Kudus, di kantor BPBD Kudus, Minggu (16/8/2020).

Budi melanjutkan, setelah dilakukan audiensi dengan Ketua DPRD Kudus dan Kapolres Kudus AKBP Aditya Surya Dharma malam ini, relawan tim pemulasaraan dan pemakaman COVID-19 Kabupaten akhirnya kembali aktif lagi. Mereka tidak jadi menyetop mengurus jenazah pasien Corona.

"Mulai sudah aktif kembali, pemakaman jenazah COVID-19. Ini sudah ada jenazah satu pasien yang belum (dimakamkan), ini secepatnya, malam ini satu pasien," ujar dia.

Sementara itu, Ketua DPRD Kudus, Masan, berharap kepada relawan agar jangan menyetop mengurus jenazah pasien Corona.

"Ya, kami berharap dari wakil rakyat kawan-kawan (dari tim pemulasaraan dan pemakaman COVID-19 Kabupaten Kudus) terus harus berjuang," kata Masan di kantor BPBD Kudus.

Masan mengatakan bahwa perlu adanya pembenahan pada BPBD dengan Dinas Kesehatan Kudus. Menurutnya, selama ini ada komunikasi yang kurang terjalin dengan baik.

"Ya di samping memperbaiki komunikasi, ini persoalan komunikasi yang tidak baik, maka harus ada manajemen yang terkoordinasi. Termasuk pelayanan yang terkoordinir, sehingga antara rumah sakit, DKK, BPBD menjadi satu kesatuan, tidak berjalan sendiri dan harus kompak. Biar informasinya satu," kata Masan.

Diberitakan sebelumnya, tim relawan BPBD Kudus untuk sementara berhenti membantu pemulasaraan jenazah pasien Corona. Ini dilakukan karena mereka kecewa terhadap Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) COVID-19 Kudus.

"Bukan mogok, tapi karena pernyataan dari jubir GTPP yang terhormat saat jumpa pers ada bersangkutan sudah memberikan pelatihan dan membentuk tim pemulasaraan dan pemakaman di 132 desa, kalau ada pernyataan itu kan benar. Maka ya sudah ternyata sudah ada (tim pemulasaraan jenazah COVID-19)," kata Ketua Relawan Pemulasaraan Jenazah BPBD Kudus saat dihubungi detikcom, hari ini.

"Ya tidak sementara (tidak melakukan pemulasaraan dan pemakaman jenazah COVID-19), karena mereka sudah punya (tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah COVID-19)," sambung Mbah Bejo yang juga Korlap Forum Relawan Penanggulangan Bencana (FRPB) BPBD Kudus.

Terpisah, saat dihubungi terkait tim relawan BPBD berhenti membantu mengurus jenazah pasien Corona, Plt Bupati Kudus HM Hartopo menyebutkan ada relawan yang terinfeksi Corona. Sehingga relawan tidak melakukan pemakaman jenazah COVID-19 sementara waktu karena anggotanya kurang lengkap.

"Tidak (tidak ada tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah COVID-19 ada yang mogok), jadi BPBD memang kemarin ada yang terinfeksi (positif COVID-19). Nah terinfeksi, nah sementara istirahat dulu, karena tidak komplet (anggotanya). Tapi yang lain banyak, tim pemulasaraan, kan ada dari polres, dari rumah sakit juga ada, dari kemarin terbentuk dari MUI jadi tidak ada permasalahan," terang Hartopo yang juga Ketua GTPP COVID-19 Kudus saat dihubungi hari ini.

(rih/rih)