BIN Temui Eks Napiter di Klaten, Beri Pembinaan-Bantuan Kambing

Achmad Syauqi - detikNews
Minggu, 16 Agu 2020 19:38 WIB
BIN bertemu dengan eks napiter di Klaten, Minggu (16/8/2020).
BIN bertemu dengan eks napiter di Klaten, Minggu (16/8/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Badan Intelijen Negara (BIN) menemui sejumlah eks narapidana kasus terorisme (napiter) di Klaten, Jawa Tengah. BIN melakukan pembinaan sekaligus menyerahkan bantuan ternak berupa kambing kepada eks napiter.

Acara yang dihadiri Deputi VII BIN, Wawan Hari Purwanto itu berlangsung di Ponpes Abdulrahman bin Auf, Desa Bulan, Kecamatan Wonosari, Klaten hari ini.

"Kita harapkan saudara kita yang napiter atau eks napiter untuk kembali ke pangkuan Ibu Pertiwi, segeralah kembali. Kita ini pada prinsipnya sesama manusia saling menghargai, kalau ada masalah serahkan secara hukum sehingga ada penyelesaian yang beradab bukan dengan kekerasan," kata Wawan kepada wartawan di sela acara, Minggu (16/8/2020).

Wawan menjelaskan sampai saat ini jumlah orang yang ditangkap dalam kasus terorisme ada 980 orang. Yang sudah dibebaskan sebanyak 490 orang.

"Yang sudah dibebaskan sekitar 490 orang, kemudian yang tidak diketahui rimbanya ada 30 orang yang bebas itu. Dari 30 itu ada 7 yang tewas tertembak, 23 ada yang hilang di Suriah dan selebihnya (30 orang) itu bisa kita rangkul kita bina," terang Wawan.

Menurut Wawan, upaya pembinaan terus dilakukan, baik pembinaan ideologi maupun keagamaan. Termasuk mempelajari asbabun nuzul Al-Qur'an.

"Termasuk mempelajari asbabun nuzul atau sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur'an. Sebab selama ini kebanyakan mereka (napiter) mensitir ayat-ayat untuk di medan perang tapi digunakan untuk kondisi damai dan itu tidak dibenarkan," sambung Wawan.

Selama ini, imbuh Wawan, ada tiga kekosongan yang menjadi penyebab kasus terorisme. Kekosongan isi kepala, isi hati dan isi perut.

"Kadang ada tiga kekosongan. Kekosongan isi kepala ada pemahaman yang salah, kekosongan isi hati ada keyakinan yang salah dan kekosongan perut, ini semua kita usahakan untuk mengajak kembali pada Ibu Pertiwi," terang Wawan.

Ternyata, ucap Wawan, setelah dilakukan pembinaan dan pelatihan para eks itu bisa menjalani hidup normal. Termasuk masalah ekonomi.

"Setelah jadi napiter masyarakat takut dan menjauhi, sulit mencari pekerjaan. Tapi setelah dibina masalah ekonominya ternyata bisa mandiri, dekat dengan pesantren, keluarga dan masyarakat," ujar Wawan.

Berbagai pembinaan yang diberikan, jelas Wawan, antara lain pembinaan peternakan ikan, kambing, budidaya benih dan pemasaran hasil. Banyak contoh yang sudah berhasil dan dari tahun ke tahun akan dievaluasi.

"Dari tahun ke tahun kita evaluasi. Agar ke depan pembinaan lebih baik lagi tetapi pembinaan ideologi dan keagamaan terus kita lakukan," kata Wawan.

Selanjutnya
Halaman
1 2