Sepasang Kekasih Sadis Pembunuh ABG Divonis 9 dan 4,5 Tahun

Robby Bernardi - detikNews
Kamis, 13 Agu 2020 19:29 WIB
Sidang vonis sepasang kekasih sadis pembunuh ABG di PN Kota Pekalongan, Kamis (13/8/2020).
Sidang vonis sepasang kekasih sadis pembunuh ABG di PN Kota Pekalongan, Kamis (13/8/2020). (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Kota Pekalongan -

Sepasang kekasih sadis berinisial KN (17) dan S (16) menjalani sidang putusan kasus pembunuhan ABG, A (17), hari ini. KN dijatuhi vonis 9 tahun penjara dan S divonis 4,5 tahun.

Pengadilan Negeri Kelas 1B Kota Pekalongan menggelar sidang sepasang kekasih sadis itu secara virtual karena pandemi virus Corona (COVID-19).

"Anak K, sudah dijatuhi pidana oleh majelis hakim selama sembilan tahun dan wajib mengikuti latihan kerja selama enam bulan. Sedangkan S, dijatuhi pidana selama empat tahun enam bulan dan wajib mengikuti latihan kerja selama enam bulan," kata Ketua PN Kota Pekalongan, Sutarji, saat ditemui di kantornya seusai jalannya sidang KN dan S, Kamis (13/8/2020).

Majelis hakim sidang tersebut diketuai Setyaningsih dengan anggota Arum Kusumadewi dan Hilarius Grahita Setya Atmaja.

Vonis hakim bagi KN lebih berat daripada tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang sebelumnya menuntut hukuman 8,5 tahun penjara. Sedangkan vonis bagi S lebih ringan dari tuntutan JPU yang menuntut hukuman 6,5 tahun penjara.

Ketua PN Kota Pekalongan, Sutarji, Kamis (13/8/2020).Ketua PN Kota Pekalongan, Sutarji, Kamis (13/8/2020). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Sutaji menjelaskan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan, yakni hal-hal yang memberatkan KN adalah perbuatannya menyebabkan orang lain meninggal, perbuatannya dilakukan dengan cara kekerasan dan sadis.

"Sedangkan yang meringankan (S), perannya lebih ringan daripada dengan KN," terangnya.

Sementara hal yang meringankan, sepasang kekasih itu masih di bawah umur, mengakui perbuatannya, tidak berbelit, sopan di persidangan dan menyesali perbuatannya.

Terpisah, penasihat hukum KN dan S, M Sokeh menyatakan masih pikir-pikir atas putusan dari majelis hakim.

"Secara hukum, kami masih pikir-pikir," katanya.

Demikian juga dengan JPU, Anita Kajarini dan Susi Diani, menyebut masih pikir-pikir atas putusan hakim itu.

Selanjutnya
Halaman
1 2