Round-Up

Pilu Curahan Hati Istri ABK Kapal China Tulis Surat untuk Jokowi

Imam Suripto - detikNews
Jumat, 07 Agu 2020 10:51 WIB
Istri ABK asal Tegal surati Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020).
Foto: Istri ABK asal Tegal surati Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020). (Imam Suripto/detikcom)
Kabupaten Tegal -

Seorang istri dari Anak Buah Kapal (ABK) asal Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, menuliskan surat terbuka untuk Presiden Joko Widodo. Perempuan ini meminta agar pemerintah membantu melacak dan memulangkan suaminya yang bekerja di kapal ikan asal China yang kini tak ada kabarnya.

Adalah Ingrid Frederica (31) warga Mejasem Barat, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal yang menulis surat terbuka pada Jokowi. Dalam suratnya, Ingrid meminta bantuan Presiden Jokowi karena suaminya yang bernama Sam Farid Fauzi (33) tidak diketahui keberadaanya. Sebagai ABK kapal China, Sam Farid Fauzi tidak jelas nasibnya sejak ikut kapal China Fu Yuan Yu.

Surat terbuka ini ditulis pada 30 Juli 2020 lalu. Disebutkan dalam surat ini, suami Ingrid bekerja sebagai ABK di kapal Fu Yuan Yu sejak April 2018. Berikut isi surat yang ditujukan untuk Presiden Jokowi:

Yang terhormat Bapak Presiden Jokowi.

Saya istri Samfarid Fauzi (Tegal) ABK kapal China Fu Yuan Yu.

Pak, suami saya diberangkatkan PT Puncak Jaya Samudra (Pemalang) pada April 2018. Setelah 1 tahun bekerja, suami saya menyampaikan ingin pulang dikarenakan sudah tidak sanggup lagi.

Suami saya mengeluhkan mulai dari makanan yang tidak layak, obat-obatan yang tidak memadai, jam kerja yang panjang, bahkan bekerja tidak sesuai dengan PKL.

Pada PKL keterangan tugas suami menjaring, tapi pada real nya pagi menjaring malam harinya memancing. Sehingga waktu istirahat sangat minim.

Namun ternyata tidak diizinkan dan dengan berat hati suami saya melanjutkan pekerjaan hingga finish kontrak April 2020.

Seharusnya April ini suami saya sudah pulang pak, namun hingga surat ini saya tulis, saya tidak mengetahui keberadaan dan keadaan yang pasti tentang suami saya.

Yang saya tahu hanya suami saya dan teman-temannya dipindahkan ke kapal Han Rong pada bulan Juni 2020.

Kawan suami saya itu masuk rumah sakit di Srilanka, dari kawannya itu saya mengetahui banyak kru yang sakit bahkan meninggal.

Bahkan hari ini saya mendengar 2 orang jenazah dari kapal Han Rong 368 itu sudah dilarung, di Samudera Hindia.

Sejak bulan Mei 2020 saya sudah memohon bantuan kepada PWNI dan BNP2MI, bahkan menghubungi KBRI namun tidak ada hasil.

Saya bingung, khawatir, dan cemas akan nasib suami dan kawan-kawannya.

Besar harapan saya untuk Bapak Presiden dapat membantu mencari dan memulangkan suami saya dan kawan-kawannya.

Saya memohon dengan sangat uluran tangan Pak Presiden untuk membantu kami rakyat kecil ini.

Saya memohon agar Bapak Presiden mendengar jerit hati seorang isteri pelaut yang sangat khawatir dan cemas, dengan keberadaan dan keadaan Ayah dari anak saya ini.

Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih Bapak Presiden RI.

Hormat saya,
Ingrid Frederica.

Saat ditemui wartawan di rumahnya, Ingrid menambahkan, dia sempat mendapat cerita dari suaminya yang mengalami perlakuan tidak manusiawi selama bekerja. Selain jam kerja yang panjang dan tidak sesuai kontrak kerja, makanan yang diberi tidak layak serta tidak ada obat-obatan yang memadai.

Istri ABK asal Tegal surati Presiden Jokowi, Kamis (6/8/2020).Istri ABK kapal ikan China asal Tegal surati Presiden Jokowi. (Imam Suripto/detikcom)

"Suami saya menyampaikan sudah tidak sanggup lagi bekerja dan ingin pulang tapi tidak diizinkan. Dengan berat hati suami saya melanjutkan sampai selesai kontrak April 2020. Seharusnya April suami saya sudah pulang. Namun hingga surat ini ditulis saya tidak tahu keberadaan dan keadaannya," kata Ingrid.

Ingrid mengaku bertambah cemas ketika mendapat informasi dari salah seorang rekan kerja suaminya yang sesama ABK. Informasi yang diterima menyebutkan, suaminya dipindahkan ke kapal Han Rong pada Juni 2020. Dari rekan suaminya tersebut, Ingrid juga mendapat informasi, banyak ABK di kapal itu yang sakit dan bahkan meninggal.

"Bahkan hari ini saya mendengar dua orang jenazah dari kapal Han Rong 368 itu sudah dilarung di Samudera Hindia. Sejak Mei 2020 saya sudah memohon bantuan kepada PWNI dan BNP2MI bahkan menghubungi KBRI namun tiada hasil. Saya bingung dan cemas akan nasib suami saya dan kawan-kawannya," ungkap Ingrid.

Tonton video 'ABK Indonesia Adukan Dugaan Kekerasan Lewat Video Call':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2