Update COVID-19 di Jateng 6 Agustus: 10.563 Positif, 958 Meninggal

Aditya Mardiastuti - detikNews
Kamis, 06 Agu 2020 13:35 WIB
Update COVID-19 di Jateng 6 Agustus 2020
Foto: Update COVID-19 di Jateng 6 Agustus 2020 (dok. tangkapan layar coronajatengprov.go.id)
Yogyakarta -

Pemprov Jawa Tengah (Jateng) mencatat jumlah kasus positif virus Corona atau COVID-19 di wilayahnya saat ini mencapai 10.563. Sedangkan 958 orang di antaranya meninggal dunia.

Dari data yang diunggah website corona.jatengprov.go.id, Kamis (6/8/2020) pukul 12.00 WIB, dari 10.563 kasus positif virus Corona di Jateng terdiri dari 2.640 pasien dirawat, 6.965 pasien sembuh, dan 958 pasien meninggal dunia.

Bila dibandingkan dengan data Rabu (5/8) kemarin, maka ada penambahan jumlah kasus positif COVID-19 di Jateng sebanyak 161. Selain itu, jumlah pasien COVID-19 dirawat berkurang 100 orang, jumlah pasien sembuh bertambah 237, dan jumlah pasien meninggal dunia bertambah 24 orang.

Pemprov Jateng juga masih menggunakan istilah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) dalam website tersebut. Jumlah kasus PDP COVID-19 di Jateng hingga hari ini tercatat 12.221. Terdiri dari 1.160 PDP dirawat, 9.377 sembuh, dan 1.684 meninggal dunia.

Bila dibandingkan dengan data kemarin, maka ada penambahan jumlah kasus PDP virus Corona di Jateng sebanyak 115 kasus. Sedangkan jumlah kasus PDP dirawat bertambah 13 kasus, jumlah kasus PDP sembuh bertambah 82, dan jumlah PDP meninggal dunia bertambah 20 orang.

Update COVID-19 di Jateng 6 Agustus 2020Update COVID-19 di Jateng 6 Agustus: 10.563 Positif, 958 Meninggal Foto: Update COVID-19 di Jateng 6 Agustus 2020 (dok. tangkapan layar coronajatengprov.go.id)

Selanjutnya data jumlah kasus ODP di Jateng hari ini mencapai 46.887. Terdiri dari 421 ODP dalam pemantauan dan 46.466 ODP selesai pemantauan.

Bila dibandingkan dengan data Rabu (5/8) kemarin, maka jumlah kasus ODP di Jateng bertambah 64 kasus. Sedangkan jumlah ODP yang masih dalam pemantauan berkurang 15 orang, dan jumlah ODP selesai pemantauan bertambah 79 kasus.

(ams/mbr)