2 Alasan Mahasiswa Unnes Laporkan Nadiem Makarim ke Komnas HAM

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 16:51 WIB
Mahasiswa Unnes mengadukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM.
Mahasiswa Unnes mengadukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM. (Foto: Dok Pribadi Franscolly Mabdalika)
Semarang -

Mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes) mengadukan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim ke Komnas HAM. Berikut dua alasan aduan ke Komnas HAM tersebut.

Mahasiswa pelapor atau pengadu, Franscollyn Mandalika, menjelaskan hal yang menjadi dasar mengadukan Mendikbud Nadiem Makarim ke Komnas HAM.

1. Terkait pembayaran kuliah di masa pandemi COVID-19

"Berkaitan dengan kewajiban pembayaran biaya kuliah secara penuh di masa pandemi COVID-19, termasuk ketentuan pungutan uang pangkal tanpa batasan persentase maksimal," kata Frans dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/8/2020).

Terkait biaya kuliah di masa pandemi, lanjutnya, mahasiswa tidak mendapatkan fasilitas selayaknya ketika kuliah di kampus. Pandemi juga berdampak kepada perekonomian keluarga mahasiswa sehingga menuntut adanya keringanan.

"Di tengah merosotnya kondisi perekonomian nasional, yang tentunya juga dirasakan oleh mahasiswa maupun keluarganya, kemudian tidak dinikmatinya hak berupa fasilitas dan layanan pendidikan secara penuh karena pembelajaran yang dilakukan secara daring. Hal tersebut menimbulkan gejolak dan dinamika di kalangan mahasiswa yang menuntut adanya keringanan pembayaran biaya kuliah," jelasnya.

Frans menambahkan, ada hak dan kewajiban yang tidak berbanding lurus atau setimpal di masa pandemi COVID-19 ini.

"Akan tetapi Mendikbud dianggap tidak membaca situasi ini menjadi hal yang urgen dipertimbangkan untuk meringankan beban mahasiswa dan malah bertindak sebaliknya, dengan menerbitkan Permendikbud 25 tahun 2020," jelas Frans.

2. Soal pembungkaman ruang demokrasi

Alasan selanjutnya adalah soal pembungkaman ruang demokrasi di berbagai universitas khususnya kepada mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi.

"Berkaitan dengan pembungkaman ruang-ruang demokrasi serta tindak represif yang kerap kali dilakukan oleh berbagai universitas, terkhusus kepada para mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi maupun gerakan lain terhadap tuntutan keringanan biaya kuliah di masa pandemi," kata dia.

"Sebagai contoh, mahasiswa Universitas Negeri Semarang mendapat surat panggilan sidang etik karena melakukan demonstrasi menuntut keringanan biaya kuliah," bebernya.

Tonton video 'Kemendikbud Minta Universitas Beri Pulsa Mahasiswa':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2