Jual ABG ke Pria Hidung Belang Via Online, Muncikari Eks PSK Ditangkap

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Selasa, 04 Agu 2020 15:55 WIB
Siti Fatimah muncikari eks PSK yang terciduk jual anak bawah umur ke pria hidung belang
Foto: Siti Fatimah muncikari eks PSK yang terciduk jual anak bawah umur ke pria hidung belang (Jauh Hari Wawan S/detikcom)
Sleman -

Bisnis prostitusi online yang baru dijalankan oleh perempuan bernama Siti Fatimah (23) warga Panjatan, Kulon Progo berakhir hanya sepekan. Siti ditangkap polisi karena menjajakan anak di bawah umur ke pria hidung belang.

"Ada empat yang dipekerjakan, salah satunya masih berusia di bawah umur. Baru beroperasi sepekan," kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Deni Irwansyah saat rilis kasus di Mapolres Sleman, Selasa (4/8/2020).

"Ada yang 16 tahun tapi rata-rata di bawah 24 tahun. Semua yang dipekerjakan tinggal di wilayah Yogyakarta," lanjutnya.

Deni menjelaskan pelaku menjaring korbannya melalui iklan di grup Facebook 'Lowongan Kerja Jogja'. Setelah ada yang menghubungi tersangka, Siti baru menjelaskan detail pekerjaan.

"Oleh tersangka, korban itu ditawari sebagai (terapis) pijat plus-plus, kemudian pelaku bertemu dengan korban untuk menjelaskan detail pekerjaan," terangnya.

Dalam melancarkan aksinya, tersangka pun memberikan fasilitas kepada pekerjanya. Masing-masing diberikan satu unit ponsel dan mes.

"Jadi dia mempekerjakan perempuan dengan memberikan fasilitas handphone dan tempat tinggal. Mungkin ini yang membuat mereka ikut dengan muncikari itu," jelasnya.

Deni menjelaskan untuk mencari pelanggan, Siti membuatkan pekerjanya itu akun di media sosial untuk dipromosikan. Komunikasi dengan pelanggan dan PSK dilakukan melalui WhatsApp.

"Setiap perempuan yang dipekerjakan dibuatkan akun di media sosial, membuat akun Twitter juga dipromosikan. Pembagiannya 40 persen untuk muncikari 60 persen untuk PSK-nya. Untuk komunikasi dengan pelanggan menggunakan WhatsApp langsung ke PSK," ungkapnya.

Untuk sekali kencan, sang muncikari mematok Rp 400 ribu per transaksi. Semuanya ditawarkan melalui Facebook maupun Twitter. Oleh karena itu, pelanggan yang menggunakan jasa prostitusinya beragam dari semua kalangan.

"Pelanggannya beragam, siapa pun yang bisa mengakses Facebook dan Twitter itu yang jadi pelanggannya. Untuk range harga itu sekali kencan sekitar Rp 400 ribu," terangnya.

Diterangkan Deni, keempat korban tidak menolak saat mengetahui jika diajak menjadi PSK. Menurutnya hal itu dikarenakan desakan ekonomi.

"Baik pelaku maupun korban itu melakukan ini karena desakan ekonomi. Sehingga tidak ada penolakan dari korban," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2