Heboh Video Pria Mengaku Lakukan Pelecehan Seks Berkedok Penelitian

ADVERTISEMENT

Heboh Video Pria Mengaku Lakukan Pelecehan Seks Berkedok Penelitian

Jauh Hari Wawan S. - detikNews
Senin, 03 Agu 2020 12:29 WIB
ilustrasi gadget
Ilustrasi. (Foto: thinkstock)
Yogyakarta -

Sebuah pengakuan mengejutkan muncul dari salah seorang pria yang viral. Seorang pria yang mengaku bernama Bambang Ariyanto membuat video pengakuan bahwa telah melakukan pelecehan seksual dengan kedok melakukan penelitian ilmiah.

Video tersebut viral. Video itu terlacak sempat diunggah juga di akun Facebook bernama Bams Utara. Namun saat detikcom melihat kembali postingan itu di akun Bams Utara pada Senin (3/8/2020) pagi, postingan itu telah dihapus. Termasuk profil akun Facebook-nya juga tidak bisa lagi ditemukan.

Dalam video tersebut, lelaki yang mengaku sebagai Bambang Ariyanto menyatakan telah melakukan pelecahan seksual dengan kedok penelitian terkait swinger.

Namun, diakuinya bahwa dalih penelitian hanya kedoknya untuk memenuhi fantasi seksualnya berhubungan seks bertukar pasangan alias swinger.

Berikut isi pengakuan Bambang Ariyanto dalam video viral tersebut;

'Terimakasih temen-teman yang sudah mau mendengarkan video ini. Saya membuat rekaman ini dengan kesadaran penuh dan tanpa paksaan dari siapapun.

Saya Bambang Ariyanto ingin menjelaskan bahwa pernyataan saya mengenai rencana penelitian tentang swinger kepada banyak perempuan adalah bohong, karena sesungguhnya saya lebih ingin berfantasi swinger secara virtual semata. Hal itu dikarenakan kata swinger sering menghantui saya di setiap waktu.

Selain berfantasi secara virtual tentang swinger, saya juga pernah melakukan pelecehan secara fisik.

Secara khusus saya meminta maaf kepada seluruh korban baik dari kampus UGM Bulaksumur maupun yang lain yang pernah menjadi korban pelecehan saya baik secara fisik, tulisan maupun verbal sehingga menimbulkan trauma.

Saya juga minta maaf kepada NU dan UGM karena selama ini menyalahgunakan nama NU dan UGM dalam mencari target.

Secara umum saya memohon maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia dan berjanji tidak lagi melakukan kebohongan ini.

Apa yg saya lakukan selama ini tidak diketahui oleh istri saya. Setelah ini saya akan menceritakan kepada istri saya dan meminta dia mendampingi saya dalam melakukan terapi secara intensif ke Psikolog maupun Psikiater agar bisa terbebas dari penyimpangan ini.

Kemudian terakhir saya berjanji untuk tidak melakukan hal ini lagi dan bila terbukti melakukan lagi saya siap menerima semua konsekuensi hukum.'

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT