Round-Up

Heboh Klaim 57 Ribu Ton Emas Sultan HB II yang Disangsikan Keraton Yogya

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 01 Agu 2020 10:28 WIB
Tugu Yigya saat hari tanpa bayangan
Ilustrasi Ikon Kota Yogya, Tugu Pal Putih (Foto: Pradito Rida Pertana)
Yogyakarta -

Ada pihak yang mengaku keturunan (trah) Raja Keraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono (HB) II mengklaim 57 ribu ton emas milik Sultan HB II dijarah tentara Inggris saat masa Perang Sepehi. Klaim yang bikin heboh itu langsung disangsikan adik Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, Gusti Bendoro Pangeran Haryo (GBPH) Prabukusumo.

Prabukusumo sangsi peninggalan emas HB II mencapai 57 ribu ton. Menurutnya, harta Keraton Yogya kala itu tak ada sebanyak 57 ribu ton emas.

"Saya terus terang kurang yakin dengan hal tersebut (emas 57 ribu ton hasil jarahan Inggris dari HB II). Berdasarkan logika saja, emas 57.000 ton HB II (Keraton Yogyakarta) itu menyimpannya di mana, (khususnya) di keraton zaman dahulu," kata Prabukusumo lewat pesan singkat kepada detikcom, Kamis (30/7/2020).

Prabukusumo lalu merinci hal-hal yang membuatnya sangsi dengan klaim tersebut. Di antaranya pada masa itu belum ada tambang emas yang mampu menghasilkan emas hingga 57 ribu ton.

Tak hanya itu, Prabukusumo juga menjelaskan keraton kala itu belum mampu membeli emas sebanyak itu. Sebab, masa pemerintahan Sultan HB II lantai Keraton Yogyakarta bahkan belum bertegel.

"Kalau Keraton Yogyakarta zaman HB II mempunyai harta sebanyak itu, kenapa HB II tidak membuat Keraton Yogyakarta lebih megah mewah seperti kerajaan-kerajaan Eropa tetapi motif Jawa," jelasnya.

"Saya kan harus melihat dengan logika ya, misal kita punya uang (kekayaan) berlebihan, mungkin rumah kita bikin seperti istana, lantai marmer atau dengan bahan-bahan yang mewah. Tapi kenapa baru dibangun bagus sejak HB VII dan HB VIII?," lanjut Prabukusumo.

Hal senada juga disampaikan sejarawan sekaligus penulis buku 'Geger Sepoy' Lilik Suharmaji. Lilik yang menulis tentang Perang Sepehi itu menyebut perang itu terjadi pada 1812.

Perang Sepehi atau yang terkenal dengan Geger Sepehi itu terjadi usai Inggris menyerang Palembang pada 1811. Dia pun membenarkan ada penjarahan karya intelektual hingga perhiasan Keraton Yogyakarta. Hanya saja, kata Lilik, harta yang dijarah tentara Inggris itu tak sebanyak 57 ribu ton.

"Selama saya meneliti itu tidak ada (57 ribu ton emas Keraton dijarah). Jadi yang dijarah adalah uang, manuskrip atau kekayaan intelektual, dan perhiasan milik Ratu Kencana Wulan, istri tercinta HB II," jelas Lilik saat dihubungi wartawan, Rabu (29/7) lalu.

Tonton video 'Sales Keliling Ini Ngaku Anggota TNI Berpangkat Letnan':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2