Puncak Arus Mudik Idul Adha di Jateng Diprediksi Malam Ini

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 20:35 WIB
Tol gate Brebes Timur (Breksit), Jawa Tengah, Kamis (23/7/2020).
Tol gate Brebes Timur (Breksit), Jawa Tengah, Kamis (23/7/2020). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo prediksi peningkatan arus lalu lintas kendaraan yang masuk ke Jateng saat libur Idul Adha kali ini mencapai sekitar 20 persen. Meski demikian, Ganjar kembali menyarankan agar warga Jateng di perantauan tidak mudik di masa pandemi COVID-19.

"Tidak usah mudik dulu deh, apalagi kemarin kan Jakarta merah lagi. Tapi kita sudah cek, kita sudah siapkan, prediksinya kurang lebih ada 20 persen kenaikan. Ada tujuh titik sudah disiapkan di daerah rawan macet, kita siapkan. Dinas Perhubungan sudah lapor kepada saya, kepolisian sudah menyiapkan. Jadi lebih pada antisipasi itu saja," kata Ganjar di kantornya, Semarang, Kamis (30/7/2020).

Ganjar menyebutkan ada kultur yang berbeda pada Idul Adha dan Idul Fitri. Menurutnya, untuk warga muslim kemungkinan akan melakukan perjalanan setelah berkurban Jumat (31/7) besok.

"Misal warga yang tinggal di Jabodetabek atau dari Jawa Timur mau ke Jawa Tengah, dia berkurban dulu di situ, salat dulu di situ, baru pulang. Kemungkinan untuk yang non-muslim akan jalan dulu. Jadi kita menghitung mulai dari sore ini, sampai dengan malam nanti itu kira-kira puncaknya. Maka sudah dari beberapa hari yang lalu teman-teman saya minta untuk standby," terang Ganjar.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jateng, Satriyo Hidayat mengatakan peningkatan jumlah kendaraan mudik tahun ini memang tidak signifikan seperti tahun lalu.

"Kemungkinan tahun ini, Idul Adha ini ada peningkatan tetapi segmennya menengah ke atas. Jadi yang baru mudik pada Idul Fitri kemarin baru sekitar 40 persen, itu yang mereka curi-curi 40 persen. Itu mereka yang lebaran kemarin curi-curi. Bagi yang belum sempat pulang atau mudik itu kan yang paham banget tentang SIKM di Jabodetabek dan lain sebagainya. Sekarang ini ada waktu yang dia bisa ke Jateng tetapi juga tidak terlalu banyak," jelas Satriyo.

Sedangkan untuk beberapa titik rawan macet yang menjadi wilayah Dishub Jawa Tengah antara lain Sayung di Demak, simpang Hanoman Semarang, Bawen dan lainnya.

"Kemudian ada di Brebes untuk antisipasi kemacetan. Begitu juga di Bawen, tepatnya simpang terminal Bawen. Daerah Dieng, dan lainnya," katanya.

(rih/rih)