Pilkada Solo

Gibran-Teguh Kompak Berkemeja Gambar Menunggang Banteng di Karpet Merah

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 30 Jul 2020 14:59 WIB
Gibran Rakabuming dan Teguh kompak berkemeja menunggangi banteng
Foto: Gibran Rakabuming dan Teguh kompak berkemeja menunggangi banteng (Bayu Ardi/detikcom)
Solo -

Pasangan calon wali kota dan wakil wali kota Solo Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa tampak kompak mengenakan kemeja yang sama. Kemeja itu dihiasi karikatur wajah Gibran dan Teguh yang digambarkan sedang menunggang banteng, seragam kampanye?

Pasangan bakal calon peserta Pilkada Solo tersebut terlihat bersama di kantor DPC PDIP Solo, Kamis (30/7/2020). Gibran datang ke kantor DPC untuk menyerahkan sapi kurban Idul Adha.

Kemeja itu berlatar warna putih dengan desain karikatur wajah Gibran dan Teguh menunggangi banteng. Tampak di belakang gambar Gibran dan Teguh, ada gambar gapura Keraton Kasunanan Surakarta sebagai simbol Kota Solo.

Warna kemeja mereka menggunakan perpaduan warna putih, biru, merah, dan hitam. Gambar Gibran dan Teguh menunggangi banteng pun tampak berjalan di karpet merah.

Saat ditanya soal seragam kampanye, keduanya mengaku belum resmi menentukan baju kampanye. Soal baju yang mereka pakai, kata Teguh, merupakan pemberian dari relawan pendukung.

Gibran Rakabuming dan Teguh kompak berkemeja menunggangi bantengGibran Rakabuming dan Teguh kompak berkemeja dengan gambar menunggangi banteng yang berjalan di atas karpet merah. (Bayu Ardi/detikcom)

"Kita belum setting pakai baju apa, khususnya untuk pasangan maupun tim. Tapi masyarakat sudah banyak menyumbangkan ide-ide, termasuk ide dari relawan tadi yang sudah disampaikan Mas Gibran," kata Teguh di kantor DPC PDIP Solo, siang ini.

Menurut Teguh, baju kampanye yang akan dipakai nantinya harus memiliki filosofi yang kuat. Sebab filosofi tersebut juga akan menjadi doa.

"Kan harus ada filosofinya agar ketika pakai ini ada daya tarik magis, seolah yang kita pakai ini doa. Jadi harapannya tidak hanya kemenangan, tetapi dalam perjalanannya menjadi kepala daerah bisa ngayomi, ngayemi dan menyejahterakan masyarakat Solo," ujar Teguh.

Sementara Gibran mengaku gembira banyak masyarakat yang menyumbangkan gagasan dalam proses Pilkada. Menurutnya, Pilkada tidak sekadar menjadi ajang politik namun kreativitas.

Tonton video 'Gibran Pertanyakan Soal Tudingan Dinasti Politik Terhadap Dirinya':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2