Rumah Situs Wonoboyo, untuk Mengenang Temuan Puluhan Kg Emas di Klaten

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 28 Jul 2020 22:26 WIB
Rumah Situs Wonoboyo untuk mengabadikan penemuan puluhan kilogram emas di Klaten, Selasa (28/7/2020).
Rumah Situs Wonoboyo untuk mengabadikan penemuan puluhan kilogram emas di Klaten, Selasa (28/7/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Temuan perhiasan puluhan kilogram emas di Desa Wonoboyo, Kecamatan Jogonalan, Klaten pada tahun 1990 silam masih menyisakan banyak cerita. Untuk mengenang temuan perhiasan emas tersebut oleh enam orang petani, dibangun monumen dan rumah situs di lokasi penemuan.

Kades Wonoboyo, Supardiyono mengatakan awalnya pihaknya akan membuat museum. Tapi ternyata tidak bisa, karena tidak mungkin menghadirkan perhiasan emas temuan warganya itu yang kini disimpan di Museum Nasional, Jakarta.

"Kita bangun rumah situs bukan museum sebab museum harus ada barangnya tetapi rumah situs bisa sekadar informasi. Informasi jika ada temuan harta itu Wonoboyo," kata Supardiyono kepada detikcom, Selasa (28/7/2020).

Menurut Supardiyono, pendirian rumah situs itu atas saran Museum Nasional dengan biaya dari dana desa. Di dalam rumah situs dipajang foto-foto perhiasan emas yang menjadi temuan.

"Sementara kita baru untuk informasi jadi rumah situs. Apalagi untuk meminjam barang guna membuat replika juga tidak mungkin karena tidak ada cetakannya," jelas Supardiyono.

"Untuk foto bekerja sama dengan Museum Nasional dan Museum Ranggawarsita. Sebab barang aslinya di Museum Nasional," lanjut Supardiyono.

Di rumah situs, terang Supardiyono, ada tulisan penjelasan soal sejarah temuan. Sumber informasi itu disajikan dalam bentuk buku.

"Kita foto kopi lalu kita tempel di rumah situs sebagai informasi detail," pungkas Supardiyono.

Foto benda-benda emas yang ditemukan di Klaten pada 1990.Foto benda-benda emas yang ditemukan di Klaten pada 1990. Foto: Foto benda-benda emas yang ditemukan di Klaten pada 1990. (Achmad Syauqi/detikcom)

Pantauan detikcom, rumah situs tersebut adalah tampak seperti bangunan rumah biasa. Lokasinya berada di sebelah utara lokasi penemuan emas. Kemudian di tepi jalan telihat ada tugu monumen.

Rumah situs berukuran 8x12 meter. Di dalamnya tidak ada barang yang dipamerkan. Hanya pada dinding dihiasi foto-foto perhiasan yang ditemukan warga. Ada 20 foto yang ditempel di dinding.

Sementara itu, salah satu penemu perhiasan, Surip (70) merasa senang dengan dibangunnya rumah situs tersebut.

"Ya kita senang dibangunkan rumah situs," kata Surip saat ditemui detikcom di rumahnya.

Penemu perhiasan emas lainnya, Widodo, mengatakan dirinya merasa bangga dengan keberadaan rumah situs. Nantinya rumah situs itu bisa menjadi media pembelajaran bagi generasi selanjutnya.

"Ya senang oleh kades dibangun monumen dan rumah situs. Generasi selanjutnya bisa tahu ada sejarah temuan itu," kata Widodo.

Diberitakan sebelumnya, cerita penemuan puluhan kilogram perhiasan emas oleh enam warga Klaten pada 1990 silam masih menarik diulas. Pamong budaya madya BPCB Jateng, Deny Wahju Hidajat mengungkap perhiasan-perhiasan itu kini disimpan di Museum Nasional Jakarta sebagai masterpiece.

Selanjutnya
Halaman
1 2