Sekolah Daring

Belajar dari Dimas di Rembang, Pakar: Upaya Baik Saja Belum Cukup

Jauh Hari Wawan S - detikNews
Jumat, 24 Jul 2020 19:29 WIB
Dimas Ibnu Alias, sekolah sendirian di Rembang, Jumat (24/7/2020).
Foto: Dimas Ibnu Alias, sekolah sendirian di Rembang, Jumat (24/7/2020). (Arif Syaefudin/detikcom)
Yogyakarta -

Kisah Dimas Ibnu Alias, siswa kelas VII SMPN 1 Rembang, Jawa Tengah menjadi perhatian soal pembelajaran daring selama pandemi virus Corona atau COVID-19. Dimas tetap semangat berangkat ke sekolah saat teman-temannya mengikuti pembelajaran daring.

Pengamat kebijakan pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta, Prof Ariswan menilai, sejauh ini upaya guru dan sekolah serta dinas pendidikan sudah baik di saat pandemi COVID-19 ini. Namun semua itu belum cukup. Mengingat dalam masa pandemi ini pemerataan pendidikan belum maksimal.

"Jadi upaya-upaya dari sekolah dan Dinas Pendidikan terkait pembelajaran daring di SD hingga SMA sudah baik. Tapi itu belum cukup, kemampuan orang tua yang bervariasi, sehingga apa yang dilakukan oleh guru atau dinas belum mampu menjangkau pemerataan akses pembelajaran kepada semua siswa," kata Ariswan saat dihubungi detikcom, Jumat (24/7/2020).

Karena faktanya, kata dia, berkaca saat menjabat di Dewan Pengawas Pendidikan Kota Yogyakarta, dia melihat tingkat ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pemangku kebijakan harus menyadari bahwa investasi pendidikan merupakan sebuah proses yang mampu mengubah tingkat peradaban dan kehidupan anak-anak.

"Saya melihat belum ada komitmen besar terkait pembelajaran selama pandemi Corona selain komitmen yang dilakukan oleh sekolah dan dinas pendidikan," ungkap guru besar UNY itu.

Dia berpendapat, pemerataan pendidikan harus menjadi tanggung jawab bersama. Bukan hanya tanggung jawab guru atau sekolah. Menurutnya, banyak pihak dari departemen non pendidikan yang dapat ikut serta.

"Kenapa tidak kemudian ini menjadi tanggung jawab. Sehingga saya berpikir, departemen non pendidikan bisa gotong royong untuk pemerataan akses pendidikan," urainya.

"Contoh, Pemda hingga tingkat bawah ada gerakan sosial untuk pemerataan akses pembelajaran anak, kita harus berupaya itu. Tapi faktanya belum semua bisa untuk akses itu," tambahnya.

Tonton video 'Cerita Dimas yang Masuk Sekolah Sendirian di Tengah Pandemi':

[Gambas:Video 20detik]