Tiap Hari Mahasiswi Ini Duduk di Pinggir Jalan Cari Sinyal Kuliah Daring

Eko Susanto - detikNews
Selasa, 21 Jul 2020 14:49 WIB
Teara (tengah), mahasiswi yang mengerjakan tugas daring di pinggir jalan di Magelang, Selasa (21/7/2020).
Teara (tengah), mahasiswi yang mengerjakan tugas daring di pinggir jalan di Magelang, Selasa (21/7/2020). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Magelang -

Mahasiswi di Magelang ini tiap hari duduk di pinggir jalan sambil membawa laptop. Dia duduk di pinggir jalan bukan mencari sensasi, melainkan mengerjakan tugas karena mencari sinyal internet yang kuat.

Mahasiswi ini bernama Teara Noviyani Sekar Melati (19), warga Dusun Nalan II, Desa Kenalan, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Teara, sengaja memilih duduk di pinggir jalan dengan membawa laptop semenjak kampusnya, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMM) memberlakukan kuliah online atau daring.

"Sejak Corona di sini, dari bulan Maret 2020," kata Teara saat ditemui di lokasi tempatnya mengerjakan tugas di pinggir jalan di Desa Bigaran, Borobudur, Magelang, Selasa (21/7/2020).

Teara menjelaskan, di rumahnya sinyal internet jelek, kemudian di lokasi tersebut sinyal relatif kuat untuk mengakses kuliah daring. Untuk lokasi yang ia pilih ini berada di pinggir jalan dari arah Pasar Jagalan, Kalibawang, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menuju ke arah Gunung Gondopuro Wangi, Kecamatan Borobudur.

Saat ditemui di lokasi tersebut, Teara sedang bersama adiknya, Siti Salma Putri Salsabila (13) pelajar kelas 2 siswi MTs Negeri 1 Magelang dan saudara sepupunya, Fitri Zahrotul Mufidah (15), siswi SMK Ma'arif 1 Ngluwar. Mereka bertiga duduk di pinggir jalan.

Teara menyebutkan, selama berada di lokasi tersebut tidak ada yang mengganggunya. Hanya saja saat mengerjakan tugas, terkadang ada orang yang menyapa pas mengerjakan soal sehingga mengganggu konsentrasinya.

"Nggak ada. Kalau misalnya lagi ujian, ada yang lewat pada kenal menyapa. Kalau tidak balik menyapa, tidak enak. Padahal lagi ujian, jadi mengganggu konsentrasi," ujarnya.

Teara (tengah), mahasiswi yang mengerjakan tugas daring di pinggir jalan di Magelang, Selasa (21/7/2020).Teara (tengah), mahasiswi yang mengerjakan tugas daring di pinggir jalan di Magelang, Selasa (21/7/2020). Foto: Eko Susanto/detikcom

Sekalipun pernah disarankan saudaranya agar mencari lokasi lain, namun Teara tetap di lokasi tersebut. Bahkan, terkadang malam hari ia harus ke lokasi ini untuk mengirim tugas. Untuk jarak dari rumahnya menuju lokasi sekitar 1 km.

"Malam cuma mengirim tugas. Di sini. Suasana gelap. Pas malam naik motor, di atas motor. Lampu dihidupkan dan ditemani adik. Kalau tidak adik dan simbah. Tiap mengirim tugas memang harus ke sini," katanya.

"Pernah juga saudara, melarang di sini, tapi saya juga bingung. Sebetulnya tujuannya bagus, soalnya pas viral-viralnya culik itu, maling itu. Terus nggak boleh di sini, ya udah bingung, tetap di sini," tutur anak pertama pasangan Sutedjo dan Kumaroyani itu.

Teara kuliah di Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Magelang. Dia baru saja mengikuti ujian akhir semester (UAS).

"Tiap hari. Tergantung jadwal kuliahnya, tapi biasanya dua kali, seminggu 5 hari. Saat musim hujan dulu pakai payung. Kalau panas tidak apa-apa kepanasan, tetapi kalau kehujanan nggak bisa. Kalau dosennya jadwalnya ganti dadakan, itu termasuk kendala. Saya tidak tahu, karena di rumah off dan tak ada sinyal. Sehari harus rutin buka HP di sini," ujarnya.

Untuk jadwal kuliah ada yang pukul 07.00 WIB, kemudian pukul 08.00 WIB. Namun untuk hari Kamis, jadwalnya full.

"Seminggu, lima hari kuliah daring. Setiap pagi ke sini. Tak tentu, tergantung jadwal kuliah. Ada jam 07.00, 08.00 dan saat hari Kamis full. Jadi jam 07.00, terus jam 10.00 dan jam 11.00. Sempat pulang, cuma minum dan ke sini lagi," ujar Teara.

Teara pun selalu dipesan ibunya untuk berhati-hati. Jika ada orang yang tidak dikenalnya, kemudian diminta siap-siap membawa kunci sepeda motor untuk pergi.

"Ibu bilang, 'sing penting hati-hati. Misale ada orang yang gak dikenal, siap bawa kunci motor, biar langsung ngegas'. Siap-siap lari kalau ada yang jahat," ujar dia yang menyebut bapaknya bekerja satpam dan ibunya sebagai ibu rumah tangga.

Teara menyebutkan, jika teman-teman bersimpati dan menawarkan untuk mengerjakan di rumahnya, namun lokasi juga jauh. Selain itu, merasa tidak enak jika tiap hari bertamu.

"Sebenarnya teman-teman sangat bersimpati, menawarkan ke rumahnya, tetapi kan jauh. Paling dekat juga Borobudur, daerah Tuksongo. Seringnya di situ, tetapi tidak enak kalau tiap hari bertamu. Kalau pagi juga, berangkatnya harus pagi-pagi sekali. Belum siap-siapnya. Jadi kayaknya lebih efektif di sini," katanya.

Tonton video 'Kemendikbud Minta Universitas Beri Pulsa Mahasiswa':

Selanjutnya
Halaman
1 2