Round-Up

Terbongkarnya Bisnis PSK Online di Yogya Berpelanggan Mahasiswa

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 18 Jul 2020 10:55 WIB
Ilustrasi Prostitusi Online. Andhika Akbarayansyah/Infografis.
Ilustrasi prostitusi online (Foto: Andhika Akbarayansyah)
Yogyakarta -

Penangkapan muncikari berinisial AP alias Kuyang (21) mengungkap bisnis prostitusi online berpelanggan mahasiswa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Kuyang bahkan merekrut dan menawarkan jasa pekerja seks komersial (PSK) lewat media sosial.

Kuyang yang juga mahasiswa sebuah perguruan tinggi swasta di luar Yogyakarta itu menawarkan jasa PSK dengan tarif ratusan ribu.

"Rata-rata pelanggannya dari kalangan mahasiswa," kata kata Kanit Reskrim Polsek Mlati Iptu Noor Dwi Cahyanto melalui pesan singkat kepada wartawan, Rabu (15/7/2020).

Dwi menduga, banyaknya mahasiswa yang menggunakan jasa PSK itu dikarenakan tarif yang ditawarkan oleh pelaku untuk sekali berhubungan badan tidak terlalu mahal.

"Mungkin tarifnya, karena untuk short time itu Rp 500 ribu dan long time Rp 800 ribu," ucapnya.

Dari bisnis itu, Kuyang mengaku mengambil keuntungan antara Rp 100-200 ribu untuk satu kali transaksi. Sejak awal beroperasi pada Juni 2020 hingga 4 Juli setidaknya ada 20 kali transaksi.

Untuk merekrut PSK, pria asal Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah itu menawarkan lowongan pekerjaan sebagai terapis pijat. Penawaran lowongan kerja itu pun dilakukan via media sosial.

"Pelaku melakukan perekrutan korban melalui iklan grup Info Loker Jogja dan Sekitarnya di Facebook yang berisi lowongan sebagai terapis pijat. Tapi faktanya justru dipaksa untuk menjadi PSK, ada dua korban, VN dan WP," kataKapolsek Mlati Kompol Hariyanto saat jumpa pers di Mapolsek Mlati, Selasa (14/7).

Untuk promosi, pelaku hanya menggunakan satu akun Twitter. Komunikasi antara Kuyang dengan tamu dilanjutkan dengan WhatsApp (WA). Pembayarannya pun lalu dilanjutkan dengan sistem cash on delivery (COD).

Selanjutnya
Halaman
1 2