Kampung di Lereng Merbabu Ini Ditutup Usai 1 Warga Kena COVID-19

Ragil Ajiyanto - detikNews
Jumat, 17 Jul 2020 20:05 WIB
Jalan Dukuh Cemoro Sewu di lereng Merbabu, Boyolali ditutup usai satu warga positif COVID-19, Jumat (17/7/2020).
Jalan Dukuh Cemoro Sewu di lereng Merbabu, Boyolali ditutup usai satu warga positif COVID-19, Jumat (17/7/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Dukuh Cemoro Sewu di lereng Gunung Merbabu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah ditutup sementara. Warga setempat melakukan isolasi mandiri setelah seorang warga terkonfirmasi positif terpapar virus Corona atau COVID-19.

"Keputusannya ini (Dukuh Cemoro Sewu) ditutup sementara untuk isolasi mandiri," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Sampetan, Bahri Mustofa kepada para wartawan Jumat (17/7/2020).

Dukuh Cemoro Sewu berada di Desa Sampetan, Kecamatan Gladagsari. Bahri mengatakan salah satu warganya yang positif terpapar COVID-19 tersebut berinisial RN. Dia juga merupakan seorang pedagang sayur di Pasar Ampel.

Setelah diketahui RN dinyatakan positif COVID-19, kata Bahri, Pemerintah Desa Sampetan langsung bermusyawarah dengan tim Gugus Tugas COVID-19 Desa Sampetan.

Kemudian tim dari Puskesmas Gladagsari dan Dinkes Boyolali melakukan tracing kontak erat RN di Desa Sampetan. Dari hasil tracing itu, lanjut Bahri, ada sekitar 56 warga Desa Sampetan yang akhirnya juga harus menjalani tes swab karena menjadi kontak erat dengan RN.

"Jadi untuk mencegah virusnya akhirnya kita melakukan isolasi mandiri untuk satu dukuh di Dukuh Cemoro Sewu," terangnya.

Dukuh Cemoro Sewu dihuni 37 KK atau sekitar 148 jiwa. Isolasi mandiri atau penutupan Dukuh tersebut, terang Bakri, sudah sejak RN dijemput oleh tim medis untuk melakukan isolasi pada Jumat (10/7) lalu.

Jalan menuju dukuh itu kini ditutup menggunakan bambu. Kemudian juga dipasang spanduk yang menjelaskan jika jalan ditutup. Jalan akan dibuka lagi pada tanggal 24 Juli 2020.

"Setelah karantina mandiri, hari Sabtu (11/7) pagi kita langsung memberikan jaminan hidup kepada masyarakat berupa sembako, susu balita, gizi dan perlengkapan pribadi lainnya termasuk sabun dan sebagainya melalui dana desa," imbuhnya.

(rih/sip)