Penyelidikan Kasus Syekh Puji Disetop, Polisi: Tak Ada Bukti Persetubuhan

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 16 Jul 2020 15:31 WIB
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Tengah, AKPB Sunarno (tengah)
Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Tengah AKPB Sunarno (tengah). (Angling/detikcom)
Semarang -

Polisi menghentikan penyelidikan kasus Pujiono Cahyo Widianto alias Syekh Puji terkait kasus menikahi bocah berusia 7 tahun. Salah satu alasannya, tidak ada bukti pencabulan ataupun persetubuhan terhadap anak yang disebut dinikahi Syekh Puji itu.

"Kita juga lakukan visum terhadap (anak) ini, didampingi PPT Dinsos Kota Magelang di Rumah Sakit Tidar. Hasil visum tersebut, selaput dara anak masih utuh, tidak ada bukti kekerasan. Maka, untuk pencabulan atau persetubuhan, gugur," kata Kasubdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jawa Tengah AKPB Sunarno di kantornya, Semarang, Kamis (16/7/2020).

Sunarno menyebut pihaknya juga telah memeriksa belasan saksi terkait laporan pernikahan Syekh Puji dengan bocah berusia 7 tahun itu. Namun hanya ada satu saksi yang mengakui pernikahan itu. Sedangkan saksi lainnya, kata Sunarno, tidak sependapat dengan saksi tersebut.

"Dari pengaduan itu, penyidik melakukan pemeriksaan 18 saksi dan ada saksi ahli pidana dan dokter yang melakukan visum terhadap anak. Saksi-saksi tersebut tidak ada yang mengiyakan apa yang dikatakan Saudara Apri ini," jelasnya.

Selain itu, dua flash disk yang diserahkan sebagai barang bukti tidak mendukung adanya pernikahan itu, sehingga tidak ada alat bukti yang membenarkan adanya pernikahan Syekh Puji dengan anak yang pada 2016 berusia 7 tahun.

Selanjutnya
Halaman
1 2