UNS Jawab Ganjar soal Dugaan Pesta Wisuda Penyebab 25 Dokter Kena Corona

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 14 Jul 2020 22:38 WIB
Kos dekat kampus di Solo, Selasa (26/3/2019).
UNS Solo, Selasa (26/3/2019). (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyebut menerima laporan tentang dugaaan acara wisuda menjadi penyebab mahasiswa UNS Solo yang menjalani Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) di RSUD dr Moewardi Solo positif virus Corona atau COVID-19. Hal tersebut dipertanyakan oleh pihak UNS.

Rektor UNS, Jamal Wiwoho, mengaku tidak tahu mengenai acara wisuda yang dimaksud. Sebab selama pandemi wisuda UNS dilakukan secara daring.

"Kami kan wisudanya daring. Yang terakhir memang wisuda daring dan luring. Tapi luring itu kan hanya 15 orang dan pakai protokol yang sangat ketat," kata Jamal di UNS, Selasa (14/7/2020).

Dia mengatakan tak bisa memantau wisudawan jika menggelar acara syukuran di luar. Namun Jamal menegaskan selalu mewanti-wanti civitas akademika UNS agar selalu menjaga protokol kesehatan.

"Misal setelah acara wisuda mereka mengadakan syukuran ya kita tidak tahu. Tapi selalu kita ingatkan juga agar mematuhi protokol kesehatan," ujar dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran UNS, Reviono, mempertanyakan soal wisuda yang disampaikan Ganjar. Menurutnya, para dokter tersebut tidak ada yang diwisuda dalam waktu dekat.

"Kalau dari mereka belum ada yang diwisuda. Dan saya tanyakan kepada mereka tidak ada yang mengatakan soal wisuda," ujar dia.

Selebihnya, Reviono menyerahkan pelacakan kasus kepada pemerintah. Sementara, 25 mahasiswa PPDS Paru UNS yang positif Corona itu menjalani perawatan di ruang isolasi RS UNS.

Diberitakan sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku menerima laporan dugaan ada pesta kecil yang dilakukan wisudawan UNS sebelum diketahui 25 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD dr Moewardi Solo positif virus Corona atau COVID-19. Untuk memastikannya, tracing hingga saat ini masih dilakukan.

Selanjutnya
Halaman
1 2