25 Dokter di Solo Kena Corona, Terungkap Indikasi Penularan dari Pesta Wisuda

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 13 Jul 2020 17:35 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (15/6/2020).
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (15/6/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku menerima laporan dugaan ada pesta kecil yang dilakukan wisudawan UNS sebelum diketahui 25 tenaga kesehatan (nakes) di RSUD dr Moewardi Solo positif virus Corona atau COVID-19. Untuk memastikannya, tracing hingga saat ini masih dilakukan.

Diketahui, sebanyak 25 nakes terpapar Corona itu merupakan mahasiswa Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) UNS Solo. Ada dugaan seorang wisudawan menggelar pesta kecil untuk merayakan wisudanya sebelum diketahui para nakes itu positif Corona.

"Kita kerja sama dengan UNS karena indikasinya kemarin ada yang selesai wisuda kemudian berkumpul dengan temannya kemudian sedikit pesta kecil. Kadang yang begini lepas dari kontrol kita," kata Ganjar, Senin (13/7/2020).

Maka menurut Ganjar, gerakan Jogo Tonggo agar bisa lebih masif lagi untuk mengantisipasi penyebaran Corona di masyarakat. Sosialisasi penggunaan masker juga diminta harus lebih ketat.

"Maka gerakan kita akan lebih masif lagi, Jogo Tonggo hidupkan dan mereka kita minta untuk mencatat, diarahkan fokus sosialisasi pakai masker, makin ketat lagi, terus kemudian acara besar kita tunda dulu," ujarnya.

Terkait temuan 25 kasus nakes di RSUD dr Moewardi Solo itu, Ganjar meminta ada tindakan salah satunya pembatasan penjenguk pasien di RSUD dr Moewardi Solo.

"Sekarang tidak semua orang boleh berkunjung leluasa apalagi yang mau menjenguk pasien, kemudian jadwal ditata ulang, tracing kami minta dilakukan secara masif lagi agar bisa tahu bagaimana penularannya," ujar Ganjar.

Selanjutnya
Halaman
1 2