Round-Up

Kematian Tragis ABG Sukoharjo Saat Latihan Silat

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 10:20 WIB
Garis polisi dilarang melintas..Grandyos Zafna//ilustrasi/detikcom
Ilustrasi. Foto: Grandyos Zafna
Yogyakarta -

Seorang ABG asal Sukoharjo, Jawa Tengah berinisial FAR (15) tewas saat latihan silat, Sabtu (4/7) malam. Sembilan orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Sembilan orang tersangka sudah ditahan," kata Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho saat dihubungi detikcom, Jumat (10/7/2020).

Nanung menyebutkan pihaknya masih harus melakukan penyidikan terhadap para tersangka. Hal itu untuk mengungkap peran masing-masing tersangka.

"Perannya nanti masih kita dalami. Termasuk mereka melakukan apa kepada korban, akan ada rekonstruksi," ujarnya.

Sebelumnya, FAR disebut jatuh usai dipukul dari belakang saat dicek kekuatan kuda-kuda yang sedang dilakukannya. Kepala korban disebut terbentur paving.

"Ada yang mengatakan korban jatuh karena dipukul dari belakang, (untuk) ngecek kekuatan kuda-kuda," kata Kasat Reskrim Polres Sukoharjo AKP Nanung Nugroho saat ditemui di kantornya, Senin (6/7/2020).

Pihaknya juga sudah mengecek hasil autopsi dari RSUD dr Moewardi, Solo. Hasilnya ditemukan ada benturan benda tumpul di bagian kepala.

"Ada benturan, diduga jatuh kepalanya terbentur paving. Penyebab jatuhnya belum tahu karena pukulan atau tendangan," terang Nanung.

Diketahui, seorang remaja di Sukoharjo berinisial FAR (15) meninggal saat latihan silat, Sabtu (4/7) malam. Paman FAR, Sutejo, mengatakan kasus kematian keponakannya itu sudah dilaporkan ke Polres Sukoharjo.

"Kita serahkan prosesnya kepada kepolisian," kata Sutejo kepada wartawan, Minggu (5/7/2020).

FAR berlatih silat bersama 20 orang temannya. Sutejo mengungkapkan, latihan itu merupakan yang pertama kalinya sejak sempat libur karena pandemi virus Corona atau COVID-19. Menurut Sutejo, latihan silat itu digelar di SDN 1 Trangsan, Gatak, Sukoharjo.

Sutejo menceritakan, usai kejadian FAR segera dibawa ke Puskesmas Gatak. Namun, nyawanya tak tertolong. Jenazah FAR lalu dibawa ke RSUD dr Moewardi Solo untuk diautopsi.

Sutejo mengungkap keponakannya mengalami luka parah di mulut dan rahangnya. Tak hanya itu, dia menyebut FAR mengalami pendarahan.

"Saat mau dikuburkan masih keluar darah di mulut," ujar Sutejo.

Tonton video 'Bunuh Bocah dengan Pulpen, Kejiwaan Ibu Tiri Dicek':

Selanjutnya
Halaman
1 2