Round-Up

Terungkapnya 25 Dokter di Solo Positif Corona

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 12 Jul 2020 09:43 WIB
Poster
Ilustrasi kasus virus Corona. Foto: Edi Wahyono
Solo -

Hasil swab polymerase chain reaction (PCR) terhadap tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Moewardi (RSDM) Solo menunjukkan 25 orang positif virus Corona atau COVID-19. Mereka kini menjalani perawatan di ruang isolasi.

Mereka adalah para dokter yang sedang menempuh Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo. Mereka bertugas di RSDM Solo.

Menurut Dekan Fakultas Kedokteran (FK) UNS, Reviono, sebelumnya diketahui ada satu dokter PPDS positif Corona. Kemudian seluruh dokter PPDS langsung menjalani tes swab.

"Awalnya ada satu mahasiswa PPDS yang dinyatakan positif. Lalu semuanya, sekitar 80 mahasiswa PPDS Paru kita swab," kata Reviono saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/7/2020).

Pada Sabtu petang, hasil swab telah diumumkan. Juru bicara Gugus Tugas COVID-19 UNS, Tonang Dwi Ardyanto mengatakan ada 25 dokter yang terkonfirmasi positif virus Corona atau COVID-19.

"Ada 25 tenaga kesehatan (nakes) yang juga mahasiswa PPDS kami yang positif COVID-19," kata Tonang saat dihubungi detikcom, Sabtu (11/7/2020).

Mereka kemudian diserahkan dari RSDM untuk dirawat di RS UNS. Tonang menyebut akan melakukan penanganan sesuai pedoman Kementerian Kesehatan.

"25 pasien ini akan menjalani masa isolasi di RS UNS. Kami akan menangani sesuai pedoman Kemenkes dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19," katanya.

Tonang mengatakan UNS juga merasa bertanggung jawab dengan mahasiswanya. Menurutnya, ruang isolasi di RS UNS juga masih cukup untuk menampung mereka.

"Kalau di RSDM kan menjadi rujukan dari mana-mana, makanya kami bantu. Mahasiswa kami biar kami saja yang menangani," kata dia.

Terpisah, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendapatkan laporan bahwa penyebab kasus tersebut berawal dari luar RS. Dia meminta nakes tetap berhati-hati di mana pun berada.

"Dugaannya tertular dari luar, kalau yang menangani ini (COVID-19) malah aman. Tapi yang mesti hati-hati ketika berada di luar. Kalau kemudian dari luar tertular, terus dibawa masuk ke rumah sakit, tidak sadar berhubungan dengan banyak orang, maka potensi itu bisa terjadi," kata Ganjar di Poltekes Kemenkes Semarang, Sabtu (11/7/2020).

Langkah-langkah yang sudah dilakukan, lanjut Ganjar, memperketat tracing kontak, rumah sakit juga mengurangi karyawan nonmedis sebanyak 50 persen serta mengurangi jumlah kunjungan pasien.

"Kami juga meminta kapasitas pendidikan dokter muda dan residen juga dikurangi. Kami minta protokol kesehatan dilakukan makin ketat termasuk membatasi karyawan dan jumlah pengunjung," tandas Ganjar.

Tonton video 'Gelombang Pertama Corona Diprediksi Belum Usai hingga Akhir 2020':

(bai/rih)