Demo Tolak RUU HIP di Klaten, Massa Bakar Kertas Berlogo Palu Arit

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 16:21 WIB
Massa aksi menolak RUU HIP di DPRD Klaten, Jumat (10/7/2020).
Massa aksi menolak RUU HIP di DPRD Klaten, Jumat (10/7/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Massa dari laskar Islam Jateng-DIY menggelar apel menolak Rancangan Undang-Undang Haluan Ideologi Pancasila atau RUU HIP di Klaten, Jawa Tengah. Apel yang dipusatkan di depan gedung DPRD Klaten itu diwarnai aksi pembakaran beberapa kertas bergambar palu arit.

Pantauan detikcom di lokasi, apel dimulai pukul 13.00 WIB. Massa sebagian berkumpul di masjid Al Aqso, Masjid Raya dan ada yang berdatangan ke gedung DPRD di Jalan Pemuda, Klaten dengan sepeda motor dan mobil.

Peserta aksi dari berbagai daerah di Jateng dan DIY semakin banyak sehingga ruas Jalan Pemuda ditutup. Arus kendaraan dari Solo dan Yogyakarta dialihkan ke Jalan Lingkar Selatan.

Sebagian massa yang mengendarai sepeda motor dari arah timur sempat berhenti dan berkonvoi menuntun sepeda motor menuju gedung DPRD. Setelah berkumpul perwakilan laskar bergantian berorasi dan membakar beberapa kertas merah bergambar palu arit.

Massa aksi menolak RUU HIP di DPRD Klaten, Jumat (10/7/2020).Massa aksi menolak RUU HIP di DPRD Klaten, Jumat (10/7/2020). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

"Rezim ini mau mencoba mancing umat Islam. Dari RUU itu dasar negara ini mau dibonsai dengan tri sila," ungkap salah satu tokoh dalam aksi dari Solo, Mudrick Sangidoe saat orasi, Jumat (10/7/2020).

Mudrik menegaskan jika sampai bulan Agustus nanti RUU HIP belum dibatalkan, dia menyebut maka laskar akan mengepung DPR.

"Jika sampai bulan Agustus RUU itu belum dibatalkan, kita akan kepung DPR," lanjut Mudrik.

Presidium Forum Ukhuwah Islamiyah Daerah Istimewa Yogyakarta (FUI DIY) Syukri Fadholi mengatakan kehidupan bangsa semakin jauh dari cita-cita proklamasi.

"Korupsi merajalela dan Indonesia dalam kondisi bahaya sebab ada lembaga negara yang berani melahirkan RUU HIP. RUU ini bertentangan dengan prinsip kebangsaan sehingga kewajiban umat Islam jadi benteng moral," kata Syukri saat orasi.

Selanjutnya
Halaman
1 2