Kuasa Hukum Djoko Tjandra Bisa Diproses Hukum? Ini Kata Pukat UGM

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 10 Jul 2020 13:22 WIB
Pengacara Djoko Tjandra
Pengacara Djoko Tjandra (Foto: Dwi Andayani/detikcom)
Yogyakarta -

Kuasa hukum Djoko Tjandra, Andi Putra Kusuma dipolisikan karena terkesan menutupi-nutupi keberadaan Djoko Tjandra selama di Indonesia. Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) Universitas Gadjah Mada (UGM) menilai seorang advokat tetap bisa dijerat hukum jika melanggar kode etik, dalam hal ini mencegah penahanan Djoko Tjandra.

Peneliti Pukat UGM, Zaenur Rohman mengatakan pada dasarnya advokat memiliki hak imunitas yang diatur dalam pasal 16 UU advokat no 18 tahun 2003. Dalam pasal 16 itu dikatakan advokat tidak dapat dituntut baik secara perdata maupun pidana dalam menjalankan tugas profesinya dengan iktikad baik untuk kepentingan pembelaan klien dalam sidang pengadilan.

"Jadi pada dasarnya advokat itu punya hak imunitas tidak dapat diproses secara pidana ketika menjalankan profesinya," kata Zaenur saat dihubungi detikcom via telepon, Jumat (10/7/2020).

Zaenur pun menekankan hak imunitas itu berlaku dengan ketentuan iktikad baik. Dalam hal ini, advokat diikat dengan kode etik dalam menjalankan profesinya sesuai undang-undang.

"Jadi imunitas advokat akan otomatis hilang kalau di dalam menjalankan tugasnya membela klien itu melanggar kode etik atau melanggar peraturan perundang-undangan," ujarnya.

"Salah satunya memberi bantuan klien menghindari penahanan itu masuk dalam pelanggaran," imbuh Zaenur.

Zaenur pun meminta aparat penegak hukum untuk memastikan keterlibatan peranan kuasa hukum Djoko Tjandra itu. Jika terbukti memberikan pertolongan ke kliennya untuk menghindari penahanan, kuasa hukum Djoko Tjandra tentu bisa diproses hukum.

"Nah apakah di dalam kasus Djoko ini advokatnya dapat diproses secara hukum pidana? Itu tergantung apakah perbuatan-perbuatan membela klien tersebut sesuai dengan kode etik advokat dan sesuai dengan aturan perundang-undangan," ujarnya.

"Misalnya menurut saya yang perlu diteliti aparat penegak hukum, apakah advokat Djoktjan ( Djoko Tjandra) itu misalnya memberi pertolongan kepada Djoko Tjandra untuk menghindari penahanan," lanjut Zaenur.

Selanjutnya
Halaman
1 2