Agung Laksono Soal Isu Reshuffle: Akan Picu Kabinet Kerja Lebih Keras

Pradito Rida Pertana - detikNews
Sabtu, 04 Jul 2020 18:38 WIB
Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agung Laksono di Bantul, Sabtu (4/7/2020). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Foto: Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agung Laksono di Bantul, Sabtu (4/7/2020). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul -

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agung Laksono menilai reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Joko Widodo (Jokowi). Menurutnya isu reshuffle seharusnya bisa memicu menteri di Kabinet Jokowi untuk bekerja lebih keras.

"Soal reshuffle, pengangkatan dan pemberhentian menteri itu hak prerogatif presiden, saya tidak bisa memberi komentar," kata Agung Laksono saat ditemui di Desa Karangtengah, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, Sabtu (4/7/2020).

Menurut Agung, Jokowi tahu persis kapan waktu yang tepat saat melakukan reshuffle. Mengingat Jokowi memiliki parameter sendiri dalam mengambil keputusan tersebut.

"Kita serahkan saja kepada beliau (Jokowi)," ucap Ketua Dewan Pakar DPP Golkar itu.

Terlepas dari hal tersebut, Agung menilai ada sisi positif dari ucapan Jokowi soal reshuffle. Di mana para menteri harus bekerja ekstra, khususnya kader Golkar yang duduk di kabinet.

"Kami berharap ini (isu reshuffle) akan menjadi pemicu kepada teman-teman yang saat ini berada di kabinet agar bekerja lebih keras. Serta memicu seluruh pihak terkait yang ada di Kabinet untuk bekerja lebih optimal, maksimal di bidangnya masing-masing," katanya.

Tonton juga 'Jokowi, Ahok, dan Isu Reshuffle Kabinet':

[Gambas:Video 20detik]

Diberitakan sebelumnya, Presiden Jokowi menunjukkan kemarahannya saat sidang kabinet paripurna pada Kamis, 18 Juni 2020. Dalam video yang dipublikasikan itu, Jokowi terlihat geram bahkan mengancam akan melakukan reshuffle serta membubarkan lembaga.

Jokowi menilai masih ada menteri atau pimpinan lembaga yang bekerja seakan-akan masih dalam situasi normal, padahal sedang terjadi pandemi virus Corona.

"Bisa saja membubarkan lembaga, bisa saja reshuffle. Sudah kepikiran ke mana-mana saya," kata Jokowi dengan nada geram.

(sip/sip)