Sultan Belum Terapkan New Normal di Yogya: Saya Tak Mau Tergesa-gesa

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 02 Jul 2020 14:49 WIB
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (15/5/2020).
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X, Jumat (15/5/2020). (Foto: Dok Humas Pemda DIY)
Yogyakarta -

Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (Pemda DIY) belum menentukan kapan akan menerapkan new normal di wilayahnya. Pasalnya status tanggap darurat virus Corona (COVID-19) di DIY masih berlangsung hingga akhir bulan Juli 2020.

"Belum-belum (menentukan kapan new normal di DIY), kita lihat kondisi yang real dulu, dalam arti selama tanggap darurat seperti ini, ya kan," kata Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X saat ditemui wartawan di kompleks kantor Gubernur DIY, Kota Yogyakarta, Kamis (2/7/2020).

Apalagi, hingga saat ini jumlah kasus virus Corona di DIY belum bisa dikatakan landai. Mengingat masih banyak masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar kota dan sekembalinya ke DIY malah tertular Corona.

"Faktanya kita di sini itu sehat tapi begitu keluar, pulang bawa penyakit, kan gitu. Selama itu terjadi tidak bisa diprediksi (kapan mulai new normal)," ucapnya.

"Saya tidak mau tergesa-gesa sampai kita lihat nanti dengan dibukanya pariwisata dan sebagainya itu kecenderungan-kecenderungan positif itu besar atau kecil," imbuhnya.

Oleh karena itu, DIY tetap memperpanjang status tanggap darurat COVID-19. Sultan menyebut perpanjangan status itu bukan untuk menakut-nakuti masyarakat tapi semata-mata untuk mempermudah Pemda DIY dalam mengambil kebijakan untuk penanganan Corona.

"Karena dalam keadaan darurat memudahkan saya untuk mengobati (menangani pasien) yang positif (COVID-19)," katanya.

Terlebih, jika status tanggap darurat tersebut dicabut maka pengadaan alat-alat untuk penanganan virus Corona (COVID-19) harus melewati sistem lelang. Di mana sistem lelang itu memakan waktu yang lama.

"Nek darurat tak cabut, ono sing positif, arep ngobati nganggo PCR, arep swab aku kudu lelang lha kan susah (kalau status tak cabut terus ada yang positif dan mau melakukan swab harus lelang). Lelangnya 45 hari, gitu lho," katanya.

"Tapi dengan kondisi darurat kan butuh beli tinggal beli, yang penting nanti dipertanggungjawabkan. Tapi nek ora kan kudu lelang 45 hari (tapi kalau tidak kan harus melalui sistem lelang yang memakan waktu 45 hari)," imbuh Sultan.

Selanjutnya
Halaman
1 2