Hewan Kurban di Brebes Tak Di-swab Corona, Ini Alasan Dinas Peternakan

Imam Suripto - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 16:12 WIB
Pemeriksaan hewan kurban di Brebes, Selasa (30/6/2020).
Pemeriksaan hewan kurban di Brebes, Selasa (30/6/2020). (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Brebes, Jawa Tengah tidak akan melakukan tes swab pada hewan kurban. Alasannya, virus Alpha Corona pada hewan disebut tidak menularkan ke manusia (zoonosis) dan tidak membahayakan.

"Alpha Corona pada hewan tidak menular ke manusia. Beda dengan Corona yang awalnya dari kelelawar ke manusia. Itu Betha Corona dan sekarang sudah bermutasi menjadi COVID-19," kata Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Brebes, Ismu Subroto, kepada wartawan, Selasa (30/6/2020).

Untuk itu, Ismu Subroto berpesan agar para peternak dan pelapak hewan kurban tidak perlu cemas dan khawatir akan adanya virus Alpha Corona. Menurut dia, peternak justru harus lebih fokus untuk menjaga kesehatan ternak-ternaknya agar benar-benar siap potong saat kurban nanti.

Salah satu langkahnya, kata Ismu, dengan selalu lakukan pemeriksaan rutin secara berkala melalui petugas di lapangan. Dengan pemeriksaan rutin ini, kondisi kesehatan ternak kurban akan selalu terpantau.

Pemeriksaan hewan kurban di Brebes, Selasa (30/6/2020).Pemeriksaan hewan kurban di Brebes, Selasa (30/6/2020). Foto: Imam Suripto/detikcom

"Jadi tidak perlu pemeriksaan swab pada hewan kurban. Yang terpenting hewan ternak dalam kondisi sehat. Secara fisik bisa dilihat matanya bening, tidak ada lelehan hidung dan lain-lainnya," sambung Ismu.

Soal kekhawatiran adanya virus Corona, Ismu kembali menegaskan virus ini ada hampir pada semua hewan. Akan tetapi tidak menular dan membahayakan manusia.

"Dari semua peneliti di bidang peternakan menyatakan tidak berbahaya dan menular ke manusia. Sekali lagi ini beda dengan COVID-19," ungkapnya.

Secara umum, Dinas Peternakan telah melakukan langkah-langkah dalam menjelang Hari Raya Idul Adha. Hal ini untuk memastikan agar daging kurban yang dikonsumsi benar-benar sehat dan tidak berbahaya.

"Secara berkala sudah berjalan. Petugas kami di lapangan sudah ke kandang-kandang memantau ternak. Nanti kami juga akan memantau lapak-lapak pedagang ternak dan menyiapkan sertifikat sehat," pungkasnya.

(rih/sip)