Muhammadiyah Dicatut dalam Teror Diskusi FH UGM, Polisi Periksa 2 Saksi

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 30 Jun 2020 14:27 WIB
Diskusi Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatanegaraan oleeh CLS Yogya
Poster diskusi 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatatanegaraan' yang digelar mahasiswa FH UGM. (Foto: Istimewa)
Klaten -

Nama Muhammadiyah Klaten yang dicatut sebagai peneror narasumber diskusi mahasiswa Fakultas Hukum UGM bertema 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatatanegaraan'. Polisi telah memeriksa dua saksi terkait kasus tersebut.

"Saksi yang kita periksa baru dua orang, tapi ini ada rencana penambahan lagi dan baru direncanakan," kata Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah R Hasibuan kepada detikcom, Selasa (30/6/2020).

Andriansyah tidak merinci siapa saja yang sudah diperiksa. Namun, sebelumnya Pengurus Daerah Muhammadiyah sebagai pihak pelapor sudah dimintai keterangan.

Sementara itu, Ketua Majelis Pemberdayaan pimpinan daerah Muhammadiyah Klaten, Husni Thamrin sebagai pelapor mengatakan pihak yang memberi informasi tentang pencatutan itu kini dimintai keterangan.

"Saksi yang memberi informasi pada saya soal pencatutan nama Muhammadiyah diperiksa hari ini," terang Husni.

Pihaknya pun optimistis kasus ini bisa terungkap. Dia yakin polisi punya peralatan canggih untuk melacak pihak peneror yang mencatut nama lembaga Muhammadiyah Klaten.

"Kami punya trust yang tinggi pada kepolisian bisa mengungkap kasus ini. Polri punya teknologi sebab selama ini bisa menangkap pelaku kejahatan yang rumit," lanjut Husni.

Sebelumnya, polisi sempat mengungkap nomor ponsel yang digunakan untuk meneror narasumber diskusi mahasiswa Fakultas Hukum UGM bertema 'Meluruskan Persoalan Pemberhentian Presiden Ditinjau dari Sistem Ketatatanegaraan' sudah tidak aktif. Polisi pun menduga nomor ponsel itu hanya digunakan untuk melakukan teror.

Selanjutnya
Halaman
1 2