Pemotor yang Viral Beli BBM Lalu Santuy Kabur di Klaten Sempat Main Tampar

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 23 Jun 2020 18:05 WIB
Toko dan pom mini tempat beraksinya pemotor di Klaten yang viral membeli BBM lalu kabur tanpa bayar, Selasa (23/6/2020).
Toko dan pom mini tempat beraksinya pemotor di Klaten yang viral membeli BBM lalu kabur tanpa bayar, Selasa (23/6/2020). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Pemotor di Klaten yang viral membeli BBM lalu kabur tanpa membayar ditangkap saat beraksi untuk kedua kalinya. Dalam aksi keduanya ini, pelaku bernama Nanda Putra Novianto alias Eko Temon (30) sempat mengaku sebagai reserse dan main tampar.

"Ditanya polisi asli malah mengaku sebagai reserse. Sambil pura-pura merogoh pinggang samping dan dikira bawa senjata," kata pemilik toko dan pom mini yang didatangi pelaku, Ervina, saat ditemui detikcom, Selasa (23/6/2020).

Ervina menceritakan, pelaku datang ke toko dan pom mini miliknya untuk kedua kali pada Minggu (21/6) malam. Pelaku yang datang seorang diri tidak membeli BBM tapi minta uang.

"Saat bicara minta uang saya pura-pura tidak dengar dan WA suami saya yang ada di rumah tetangga. Kebetulan ada anggota Polres warga sini yang beli rokok," terang Ervina.

Oleh suaminya dan anggota Polres, sambung Ervina, pelaku ditanya dan mengaku sebagai reserse. Merasa tidak yakin, suaminya mendekati pelaku tapi malah ditampar.

"Setelah menampar itu bersama warga, pelaku langsung ditangkap ramai-ramai. Lalu petugas Polsek datang dan dibawa ke Polsek," ungkap Ervina.

Ternyata, imbuh Ervina, pelaku tidak bawa senjata apapun. Pada Senin (22/6) pagi dirinya diminta datang ke Polsek Kota Klaten untuk bertemu dengan keluarga pelaku.

"Setelah bertemu keluarga saya baru tahu orang begitu (gak nyambung). Jadi ya sudah saya memaklumi," pungkas Ervina.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Klaten AKP Andriansyah Rithas Hasibuan mengatakan pelaku dipastikan mengalami gangguan kejiwaan. Kepastian itu didapat setelah ada bukti surat yang menerangkan kondisi kejiwaan pelaku.

"Sudah. Sudah ada bukti surat dari keluarganya yang menyatakan pernah dirawat di RSJ," kata Andriansyah saat dihubungi detikcom.

Dengan kondisi itu, lanjut Andriansyah, proses hukum tidak bisa dilanjutkan. Pelaku kemudian dikembalikan kepada keluarga.

"Sudah ada pernyataan dari keluarga. Kita serahkan sebab mau bagaimana lagi kondisinya begitu," ungkap Andriansyah.