Penyerang Novel Dituntut 1 Tahun Bui, PP Muhammadiyah: Lukai Rasa Keadilan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 15 Jun 2020 11:16 WIB
Korban penyiraman air keras Novel Baswedan bicara alasannya tak ikut rekonstruksi yang digelar polisi. Faktor kesehatan jadi alasan ia tak ikut rekonstruksi itu
Novel Baswedan. (Foto: Pradita Utama)
Yogyakarta -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah menyebut tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) terhadap terdakwa penyerangan Novel Baswedan tidak pas dan melukai keadilan. Muhammadiyah juga meminta lembaga negara melakukan penyelidikan terhadap JPU.

"Tuntutan jaksa itu terlalu ringan dan melukai rasa keadilan," kata Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti melalui pesan singkat kepada detikcom, Senin (15/6/2020).

Terlebih, kata Abdul, banyak fakta-fakta di pengadilan yang terkesan sangat ganjil. Terutama soal pengakuan bahwa pelaku mengatakan tidak sengaja menyiram air keras terhadap Novel.

"Ini bisa menjadi preseden buruk dan semakin mencoreng pengadilan dan penegakan hukum di Indonesia," ujarnya.

Oleh karena itu, Abdul meminta lembaga negara terkait untuk melakukan investigasi terhadap proses hukum perkara penganiayaan terhadap Novel. Tak hanya itu, dia menilai perlunya lembaga tersebut melakukan penyelidikan terhadap JPU.