Round-Up

Tagihan PLN-PDAM Saja Nunggak, Pemkot Solo Tak Mampu Nambah Biaya PIlkada

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 10 Jun 2020 09:37 WIB
Balai Kota Solo
Balai Kota Solo (Foto: Muchus Budi R/detikcom)
Solo -

Wabah virus Corona (COVID-19) membuat pemerintah harus mengalihkan banyak anggaran untuk penanganan pandemi. Tak terkecuali Pemkot Solo yang sampai harus mengutang listrik hingga tak mampu membiayai tambahan biaya Pilkada 2020.

Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan telah menyurati beberapa instansi, antara lain PLN, Telkom dan PDAM agar pembayaran biaya bulanan bisa ditangguhkan sampai awal tahun 2021.

Sedangkan untuk Pilkada, diperkirakan ada tambahan dana Rp 10,1 miliar untuk keperluan KPU Solo. Rudy pun mengaku tak punya anggaran untuk hal tersebut.

"Kita nggak punya uang kok. Wong kita bayar BPJS saja utang kok, listrik utang, telepon, PDAM. Penganggaran untuk KPU kan dari PAD (Pendapatan Asli Daerah), kalau PAD turun kan nggak bisa bayar," kata Rudy, Selasa (9/6/2020).

Sedangkan anggaran Pilkada yang sudah dianggarkan sejak tahun lalu dipastikan tersedia. Sebab petunjuk dari pemerintah pusat memang pemda tidak boleh mengurangi anggaran Pilkada.