Round-Up

Fakta yang Terungkap di Balik Geger Isu Pocong di Purbalingga

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 04 Jun 2020 20:04 WIB
Closeup of thoughtful young Asian woman holding mobile phone and surfing Internet. Attractive student taking selfie at cafe. Communication and work balance concept
Ilustrasi (Foto: iStock)
Yogyakarta -

Isu tentang pocong bergentayangan bikin geger warga di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah. Belakangan setelah diselidiki polisi isu pocong itu ternyata hoax.

Isu tentang pocong bergentayangan ini mulanya merebak di sejumlah desa di Kecamatan Kutasari. Lalu merambah ke Kecamatan Kalimanah dan Mrebet, Purbalingga.

"Kami sudah datangi desa-desa yang ada isu pocong tersebut, tapi sampai saat ini itu hanya hoax," kata Kapolsek Kutasari AKP Agus Amjat saat dihubungi detikcom, Kamis (4/6/2020).

Agus menyebut warga setempat pun khawatir isu tentang pocong ini hanya pengalihan tindak kejahatan. Beruntung, belum ada tindak kejahatan yang terjadi saat isu pocong merebak.

Meski begitu, pihaknya sudah memeriksa pengunggah video yang diketahui berusia di bawah umur. Pengunggah video itu mengaku mendapatkan video pocong itu dari temannya lalu diunggah ke status dan menuai komentar.

"Kami mintai keterangan di rumahnya maupun di Polsek. Dia dapat video itu dari temannya, tapi temannya tidak men-share di tempat lain. Cuma sama yang kita mintai keterangan ini dijadikan status, jadi hanya iseng di status. Tapi, karena era digitalisasi, teman-temannya jadi komentar," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, Purbalingga, Eko Rastono membenarkan soal isu pocong yang merebak di desanya. Dia menyebut isu pocong mulanya justru terdengar dari desa tetangga.

"Kalau isu pocong itu sebenarnya kita awalnya itu di tetangga sebelah, di Desa Candinata. Informasinya seperti itu, lalu meluas ke Desa Karangcegak. Kalau yang lebih arah ke isu pocong, itu yang ada titik terang itu yang di Desa Munjul, yang ditemukan kain kafan," kata Eko.

Selanjutnya
Halaman
1 2