Beli Janur untuk Bikin Ketupat? Ini Dia Tipsnya Agar Tetap Higienis

Pradito Rida Pertana - detikNews
Jumat, 29 Mei 2020 17:08 WIB
Sejumlah pedagang di Kudus gelar lapak untuk berjualan janur jelang Lebaran Ketupat. Tak sedikit warga yang datang untuk berbelanja janur dari para pedagang itu
Jelang Lebaran Ketupat, pedagang janur di Kudus mulai menjamur. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Yogyakarta -

Penularan virus Corona (COVID-19) bisa berasal dari droplet yang menempel pada suatu barang dan selanjutnya disentuh orang lain, tak terkecuali dari janur (daun kelapa muda) pembuat ketupat. Menanggapi hal tersebut, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak melarang masyarakat untuk membeli janur sebagai pembungkus ketupat.

Namun, dengan catatan janur harus dicuci dengan bersih sesuai protokol kesehatan. Selain itu, Gugus Tugas juga mengimbau masyarakat untuk menghindari acara yang bersifat kerumunan seperti syawalan.

Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan COVID-19, Berty Murtiningsih mengatakan, bahwa pihaknya tidak membuat aturan khusus terkait pembelian janur sebagai pembungkus ketupat. Namun, dia mengimbau kepada masyarakat agar menerapkan protokol kesehatan saat membeli janur.

"Seandainya terpaksa harus membeli sesuatu di tempat tempat umum, termasuk dalam hal ini janur dan lain-lain, maka protokol kesehatan seperti memakai masker, jaga jarak, mencuci tangan dengan sabun harus tetap dilakukan," katanya kepada detikcom, Jumat (29/5/2020).

Apabila sudah membeli janur, Berty meminta agar masyarakat mencucinya dengan bersih. Semua itu untuk menghindari penyebaran COVID-19.

"Imbauan ini adalah sebagai bagian dari upaya memutus mata rantai penularan COVID-19, mengingat saat ini kita tidak tahu apakah seseorang itu terinfeksi COVID-19 atau tidak. Karena virus akan diminimalisir menular ke orang lain apabila protokol kesehatan dilakukan," ucapnya.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2