Pandemi Corona

Ramai #UnsoedJutek Soal Relaksasi UKT, Rektor: Kendala di Mahasiswa Sendiri

Arbi Anugrah - detikNews
Selasa, 19 Mei 2020 04:18 WIB
Seruan aksi BEM Unsoed mendesak relaksasi UKT di tengah pandemi
#UnsoedJutek sempat trending topic di Twitter (Foto: Twitter)
Purwokerto -

Rektor Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Prof. Suwarto angkat bicara soal tagar #UnsoedJutek, #ReformasiUnsoed yang sempat meramaikan Twitter. Lewat tagar tersebut para mahasiswa menagih subsidi kuota hingga pembebasan/relaksasi uang kuliah tunggal (UKT) sebagai dampak pandemi virus Corona atau COVID-19.

"Kendala ya ada di mahasiswa itu sendiri. Bantuan untuk mahasiswa tidak mampu sedang proses. Bantuan untuk mahasiswa mampu tapi terdampak secara ekonomi kita nunggu pengajuan aktif dari mahasiswa," kata Prof Suwarto dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (18/5/2020).

Suwarto menyebut pihaknya telah menetapkan berbagai kebijakan bagi mahasiswa yang terdampak pandemi virus Corona. Khususnya bagi mahasiswa yang tergolong tidak mampu secara ekonomi.

Para mahasiswa yang masuk kategori tersebut yakni penerima beasiswa bidikmisi, mahasiswa afirmasi pendidikan tinggi dan mahasiswa pendidikan menengah papua. Lalu mahasiswa penerima beasiswa transmigran, serta mahasiswa UKT Level 1 dan Level 2 sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Rektor tentang Pemberian Bantuan Pulsa Pembelajaran dari Rumah (Study From Home) Secara Daring kepada Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman.

"Dalam proses terdapat kendala di antaranya berupa ketidaksesuaian nomor ponsel dengan data penerima sehingga memerlukan verifikasi lebih lanjut. Apabila telah sesuai, maka akan segera direalisasikan," jelasnya.

Suwarto menyebut Unsoed memberikan kesempatan bagi para mahasiswa yang membutuhkan dan belum termasuk kelompok yang mendapatkan subsidi pulsa untuk mengajukan diri. Pendaftaran untuk mendapatkan subsidi pulsa itu bisa dilakukan lewat fakultas masing-masing.

"Ada lima provider pelanggan mahasiswa. Bantuan pulsa tidak boleh dalam bentuk uang, tapi paket data," terangnya.

Namun, menurut Suwarto banyak mahasiswanya yang menggunakan provider yang berbeda dengan datanya. Hal ini salah satu alasan subsidi pulsa itu tidak diterima mahasiswa.

"Data nomor handphone mahasiswa di Unsoed sudah banyak yang berubah. Banyak ditemukan nama mahasiswa tidak sama dengan nama yang tercantum di provider pada waktu registrasi perdana," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3