#UnsoedJutek Ramaikan Twitter, Mahasiswa Unsoed Desak Relaksasi UKT

Arbi Anugrah - detikNews
Senin, 18 Mei 2020 04:07 WIB
Seruan aksi BEM Unsoed mendesak relaksasi UKT di tengah pandemi
Foto: Twitter
Banyumas -

Aksi seruan dengan tagar #UnsoedJutek #ReformasiUnsoed sempat menjadi trending topic di Twitter. Ajakan aksi tersebut pertama kali digaungkan oleh akun resmi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, @BEM_Unsoed.

Dari pantauan detikcom pada Senin dinihari pukul 01.31 WIB, tagar #UnsoedJutek telah mencapai 9.061 tweet dan sempat menduduki posisi teratas pada pukul 19.43 WIB.

"[SERUAN AKSI MEDIA: #REFORMASIUNSOED] Sore ini, kami mengajak seluruh mahasiswa Unsoed dalam Aksi Media Serentak untuk Unsoed yang adil dan peduli. Tanpa Kamu, Kita Kurang Satu" #UnsoedJutek #ReformasiUnsoed," tulis akun @BEM_Unsoed.

Akun @BEM_Unsoed juga menuliskan Ssmpai saat ini kebijakan kampus Unsoed di masa pandemi COVID-19 belum dirasakan oleh semua mahasiswa. Subsidi kuota untuk semua, dan pembebasan/relaksasi uang kuliah tunggal (UKT) sebagai dampak pandemi, masih menjadi angan dan mimpi semata.

"Rektor kita tercinta tak kunjung membawa kabar gembira, walau sudah dikirim permohonan audiensi dan surat terbuka," tulisnya.

"Kita semua bersatu atas dasar yang sama, menuntut hak-hak kita sebagai pembelajar dan manusia bebas hingga kajian kolektif pun tercipta," lanjut cuitan akun @BEM_Unsoed.

"Tak bertatap muka, bukan alasan untuk tak melakukan perjuangan bersama. Mari ramaikan aksi media ini, pada: Minggu, 17 Mei 2020 (16.30 - 20.30 WIB) Jika surat terbuka belum bisa membuat rektorat bertindak, biarkan tagar #UnsoedJutek dan #ReformasiUnsoed yang melaksanakannya," ajak akun tersebut.


Sebelumnya BEM Unsoed telah melayangkan surat terbuka yang ditujukan kepada Rektor Unsoed, Prof Suwarto, dengan judul 'Surat Terbuka Untuk Rektor Universitas Jenderal Soedirman'. Inti dari surat terbuka tersebut menyerukan subsidi kuota untuk semua, pembebasan/relaksasi uang kuliah tunggal (UKT) sebagai dampak pandemi Corona.

(mbr/mbr)