Pilkada Solo

Pilkada Diundur Desember, FX Rudy: Tunggu Jadwal Resmi dari KPU

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 09 Mei 2020 04:08 WIB
Gibran Rakabuming Raka temui Ketua DPC PDIP yang juga Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Minggu (9/2/2020).
Gibran Rakabuming Raka temui Ketua DPC PDIP yang juga Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo, Minggu (9/2/2020). (Foto: Istimewa)
Solo -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan pelaksanaan Pilkada 2020 diundur pada bulan Desember mendatang. Menanggapinya, Ketua DPC PDIP Solo FX Hadi Rudyatmo memilih menunggu kepastian KPU terkait tindak lanjut keputusan dalam Perppu Nomor 2 Tahun 2020 tersebut.

"Kalau saya nunggu KPU dulu. Kan kemarin masih belum dipastikan tanggal berapa. Belum ada jadwalnya," kata Rudy di Balai Kota Solo, Jumat (8/5/2020).

Menurutnya, dalam Perppu tersebut juga terdapat klausul bahwa Pilkada dapat diundur kembali jika kondisi tidak memungkinkan untuk digelar Pilkada.

"Karena itu juga belum pasti, masih ada kemungkinan (Pilkada) mundur," ujar dia.

Sementara itu, hingga saat ini Rudy belum menerima surat pengunduran diri bakal calon Wali Kota Solo Achmad Purnomo. Purnomo diketahui berniat mundur dari Pilkada Solo jika digelar tahun ini.

"Pak Pur belum mengirimkan surat," ungkap Rudy.

Rudy sendiri mendukung keputusan Purnomo. Keduanya kompak menilai penanganan COVID-19 belum tuntas tahun ini.

Meski demikian, Rudy selaku Wali Kota Solo menyebut Pemkot tetap menganggarkan dana untuk Pilkada dari APBD 2020. Sebab Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah meminta agar anggaran Pilkada tidak dialihkan.

"Kalau anggaran tetap kami anggarkan, karena arahan dari pusat seperti itu. Yang pasti jangan berandai-andai dululah, kita tunggu KPU," imbuh Rudy.

Diberitakan sebelumnya, Presiden Joko Widodo telah meneken Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020. Lewat Perppu tersebut, Jokowi memutuskan pemungutan suara Pilkada 2020 digeser ke Desember 2020.

Namun jika pemungutan suara tidak bisa dilaksanakan pada Desember, pelaksanaan dijadwalkan kembali setelah bencana non-alam COVID-19 berakhir.

Sedangkan FX Rudy sebelumnya pernah menyampaikan bahwa pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 pada bulan Desember adalah keputusan yang tidak realistis.

(rih/mbr)