Round-Up

Manuver Purnomo Rival Gibran yang Pilih Mundur dari Pilkada Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Sabtu, 25 Apr 2020 14:28 WIB
Achmad Purnomo, Wakil Wali Kota Solo
Achmad Purnomo. Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom

Rudy mengatakan siap meneruskan surat pengunduran diri Purnomo ke DPP PDIP. Bahkan jika pasangan Purnomo, Teguh Prakosa juga ikut mengundurkan diri, dia tak mempermasalahkan.

"Itu keputusan beliau harus saya hormati. Kalau memang Pak Pur mengundurkan diri, tidak ada persoalan, tinggal kita mengirimkan surat ke DPP. Sekalian Pak Teguh juga tidak apa-apa," kata Rudy di Loji Gandrung, Jumat (24/4/2020).

Secara pribadi, Rudy juga melihat pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 tidak realistis. Sebab diperkirakan pandemi COVID-19 belum berakhir.

"Pilkada Desember itu menurut saya tidak realistis dengan kondisi seperti saat ini. Ngurusi rakyat wae repot, ngurus Pilkada (mengurus rakyat saja repot, kok ditambah pilkada)," ujar dia.

Pilkada kali ini juga dinilai tidak realistis karena wali kota terpilih hanya memimpin selama tiga tahun. Waktu tiga tahun dirasa tidak efektif untuk menyelesaikan permasalahan daerah.

"Sekarang Corona ini selesai kapan? Lalu 2024 pilkada lagi. (Setelah terpilih) adaptasi masyarakat setahun. Paling efektifnya setahun. Buang-buang energi lah," kata Rudy.

Terkait pengumuman rekomendasi jika jatuh ke tangan Gibran, Rudy menyerahkannya kepada DPP. Begitu pula jika pilkada berlanjut 9 Desember, pihaknya akan menyerahkan proses kampanye kepada DPD PDIP Jawa Tengah dan DPP PDIP.

"Selanjutnya biar diurusi DPD, DPP. Ya nanti kampanye biar diurus sana (DPD/DPP), yang membiayai sana," tutupnya.

Halaman

(bai/rih)