Tak Ada Tarawih Berjamaah, 2 Masjid Agung di Semarang Lengang dan Sepi

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 21:26 WIB
suasana lengang 2 masjid agung di semarang saat tarawih pertama, ramadhan 2020
Suasana lengang 2 masjid agung di Semarang saat tarawih pertama, Kamis (23/4/2020).. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Pandemi COVID-19 atau Corona ternyata berdampak pada suasana memasuki bulan Ramadhan 1441 H. Dua masjid agung di Kota Semarang tidak ramai jemaah di salat tarawih pertama malam ini.

Di Masjid Agung Kauman, Semarang, pintu pagar memang terbuka namun pintu masuk ke ruangan masjid ditutup. Tidak ada tarawih berjamaah di masjid tersebut sesuai keputusan untuk mengantisipasi penyebaran Corona.

"Sesuai imbauan pemerintah dan menghindari merebaknya COVID-19, tidak diadakan salat Jumat, apalagi Tarawih. Pintu ditutup," kata Ketua Takmir Masjid Agung Kota Semarang, KH Hanief Ismail, Kamis (23/4/2020) malam.


Di masjid tersebut memang masih terlihat beberapa orang yang menjalankan salat sendiri-sendiri.

Sedangkan di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), suasana sangat sepi. Pintu MAJT juga ditutup, namun untuk masuk ke kawasan masjid masih bisa. Dari luar tidak terlihat ada jemaah yang salat, hanya ada seorang yang melantunkan bacaan Al Qur'an di depan pintu yang tertutup.

suasana lengang 2 masjid agung di semarang saat tarawih pertama, ramadhan 2020Suasana lengang 2 masjid agung di Semarang saat tarawih pertama, Ramadhan 1411 H/2020 M. Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom


Untuk diketahui, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Tengah sebelumnya sudah menggelar rapat dan menghasilkan keputusan. Salah satunya adalah salat tarawih yang dilakukan di rumah masing-masing.


Dalam keputusan MUI Jateng Nomor: 03/DP-P.VIII/T/IV/2020 tentang Tausiyah MUI Jateng sebagai panduan ibadah bulan Ramadhan 1441 H dalam Situasi Darurat COVID-19, disebutkan tiga masjid besar di Kota Semarang, yakni Masjid Agung Kauman, MAJT Gayamsari, dan Masjid Baiturrahman Simpang Lima, serta masjid-masjid agung kabupaten/kota se-Jawa Tengah diminta menjadi contoh pelaksanaan dan pengaturan ibadah dalam situasi darurat virus Corona, yang sesuai dengan petunjuk pemerintah dan fatwa serta tausiah MUI.

(mbr/rih)