Rapid Test Positif, 31 Peserta Ijtima Gowa di Sragen Akan Diisolasi di Masjid

Andika Tarmy - detikNews
Kamis, 23 Apr 2020 18:06 WIB
Poster
Ilustrasi virus Corona (Foto: Edi Wahyono)
Sragen -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen menggelar rangkaian rapid test kepada rombongan Ijtima Ulama Dunia Gowa, Sulawesi Selatan asal Sragen. Hasilnya 31 orang dinyatakan terindikasi positif virus Corona atau COVID-19.

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati mengatakan dari hasil pemeriksaan ada 130 warga Sragen yang mengikuti ke Ijtima Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan pada Maret lalu. Dari hasil penelusuran petugas, saat ini, 30 orang di antaranya sudah tidak lagi berada di Sragen.

"30 (orang) sudah keluar Sragen. Dari sisanya 100 ini, yang sudah kita lakukan pemeriksaan Rapid Diagnostic Test (RDT) berjumlah 86 orang. Hasilnya, 31 orang dinyatakan reaktif, yang dimaksud reaktif ini adalah positif berdasarkan hasil rapid test," kata Yuni ditemui di ruang transit Kompleks Sekretariat Daerah Sragen, Kamis (23/4/2020).

Yuni mengatakan 55 orang lainnya dinyatakan negatif. Setelah 86 peserta Ijtima Gowa ini, 14 peserta lainnya juga dijadwalkan menjalani rapid test besok.

Untuk 31 orang yang terindikasi terpapar virus Corona ini diminta melakukan karantina mandiri. Rencananya mereka bakal ditempatkan di satu lokasi yang sama untuk mempermudah pengawasan.

"Karena ini adalah satu kelompok, jadi akan lebih mudah kalau kita melakukannya dalam satu tempat. Maka kami akan kumpulkan di masjid saja. Masjid di tempat lingkungan mereka, jadi kita mudah untuk mengawasi, dan keluarga besarnya pun juga mudah untuk mengawasi," terang Yuni yang juga Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Sragen ini.

Yuni mengatakan para peserta Ijtima Gowa ini berasal dari beberapa wilayah di Sragen. Namun, mereka memiliki masjid sendiri. Pemkab Sragen berencana membuat kesepakatan dengan pengelola masjid untuk proses karantina para peserta Ijtima Gowa ini.