Round-Up

Pemudik Tipu Ojol Purwokerto-Solo, Kini Dirujuk ke RS karena Demam

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 09 Apr 2020 09:34 WIB
kejahatan, kriminal, kriminalitas, kejahatan jalanan
Foto: Ilustrasi kejahatan
Solo -

Seorang pemudik diduga menipu driver ojek online (ojol) asal Purwokerto saat mengantarkannya pulang ke Solo. Namun nasib pelaku tak begitu baik. Dia sempat ditolak keluarga, lalu diamankan polisi di rumah karantina, hingga akhirnya masuk rumah sakit.

Awalnya, pelaku berinisial S itu pulang dari Jakarta menuju Solo. Diduga tak punya uang, S berhenti di terminal bus Purwokerto dan memesan ojol untuk mengantarkannya ke Solo, Sabtu (4/4).

S menjanjikan bayaran Rp 700 ribu kepada driver ojol tersebut. Setiba di kawasan rumah S di Banyuanyar, Banjarsari, Solo, dia kabur dengan alasan mampir untuk salat di masjid.

"Karena dia nggak punya duit, ingin pulang ke Solo, terus dia lari itu," kata Kapolresta Solo Kombes Andy Rifai, Rabu (8/4/2020).


Sampai di kampung, dia ditolak keluarga. S memang seharusnya mendatangi Posko COVID-19 Pemkot Solo karena baru tiba dari daerah zona merah.

Dia akhirnya datang ke Posko COVID-19 sekaligus rumah karantina di Grha Wisata Niaga, Selasa (7/4). Di situlah S diamankan polisi karena dugaan penipuan terhadap driver ojol.

"Di situ (Grha Wisata Niaga) pelaku kami amankan. Tapi karena dia datang dari Jakarta dan kondisinya batuk-batuk, dirujuk ke rumah sakit," ujarnya.


Kabar penolakan keluarga itu juga didengar Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo. Kini S dirawat di rumah sakit karena kondisinya batuk dan demam.

"Sama keluarganya ditolak. Terus dikarantina di Grha Wisata Niaga," kata Rudy, Rabu (8/4/2020).

"Kemarin malam dia datang ke posko. Saya minta dirujuk ke rumah sakit karena panas dan batuk-batuk," ujar Rudy.

Pemerintah: Jangan Mudik, Agar Tak Tambah Risiko Penularan Corona:

(bai/mbr)