Pakar UGM Beberkan Cara Pakai Disinfektan yang Benar agar Tak Picu Kanker

Tim Detikcom - detikNews
Rabu, 08 Apr 2020 10:32 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Ilustrasi Corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Yogyakarta -

Menjaga kebersihan menjadi salah satu cara memutus mata rantai penularan virus Corona atau COVID-19. Berbagai cara dilakukan, seperti menggunakan antiseptik pada tangan dan tubuh, serta disinfektan yang diusapkan atau disemprotkan pada benda mati yang mungkin terpapar virus.

Namun saat ini muncul fenomena penyemprotan disinfektan secara masif pada berbagai tempat, bahkan dilakukan langsung ke tubuh manusia. Peneliti Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Dr rer nat, Endang Lukitaningsih, S Si, M Si, Apt, menjelaskan disinfektan adalah bahan kimia yang dipakai untuk menghambat atau membunuh mikroorganisme, seperti bakteri, virus, dan jamur, kecuali spora bakteri, pada permukaan benda mati seperti lantai, furnitur, dan ruangan.

"Disinfektan tidak digunakan pada kulit ataupun selaput lendir karena berisiko mengiritasi kulit dan berpotensi memicu kanker. Hal ini berbeda dengan antiseptik, yang memang ditujukan untuk disinfeksi pada permukaan kulit dan membran mukosa," katanya dalam keterangan tertulis yang dikirim Humas UGM, Senin (6/4/2020).

Disinfektan juga bisa digunakan untuk membersihkan permukaan benda dengan mengusapkan larutan disinfektan pada bagian yang terkontaminasi. Misalnya pada lantai, dinding, tombol lift, permukaan meja, daun pintu, dan lainnya.

Pemakaian disinfektan dengan teknik spray atau fogging telah digunakan untuk mengendalikan jumlah antimikrobia dan virus di ruangan yang berisiko tinggi. Sementara itu, pada ruangan yang sulit dijangkau biasanya digunakan sinar UV dengan panjang gelombang tertentu. Proses ini akan mencegah penularan mikroorganisme patogen dari permukaan benda ke manusia.

Apabila ingin menggunakan disinfektan, Endang menyampaikan, ada beberapa produk yang direkomendasikan untuk disinfeksi. Contohnya, sodium hipoklorit, amonium kuartener (sejenis detergen kationik), alkohol 70 persen, dan hidrogen peroksida. Kendati begitu, dia mengimbau masyarakat selalu memperhatikan petunjuk penggunaan pada label agar produk dapat digunakan dengan aman dan efektif.

"Konsentrasi disinfektan yang dipakai perlu diperhatikan. Selain itu, waktu kontak antara objek dengan disinfektan antara 1-10 menit tergantung jenisnya, serta gunakan sarung tangan dan pastikan ventilasi yang baik untuk mengurangi paparan saat penggunaan," urainya.

Dalam kesempatan yang sama, Endang menjelaskan tentang antiseptik. Endang menjelaskan antiseptik merupakan senyawa kimia yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme pada jaringan yang hidup antara lain permukaan kulit dan membran mukosa. Tujuannya mengurangi kemungkinan infeksi, sepsis, atau pembusukan.

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2 3