72 Dokter dan Paramedis Siap Bertugas di RS Darurat Corona Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 06 Apr 2020 17:17 WIB
Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Foto: Ilustrasi corona (Fauzan Kamil/detikcom)
Sragen -

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen akan mengerahkan 72 tenaga kesehatan untuk bertugas di rumah sakit darurat Corona. Seluruh dokter dan paramedis ini nantinya juga akan menjalani karantina sebagai jaring pengaman mencegah tertular virus Corona atau COVID-19.

Ke-72 tenaga kesehatan itu terbagi atas 12 dokter dan 60 paramedis dari seluruh rumah sakit dan Puskesmas di Sragen. Seluruh tenaga kesehatan ini bakal dibagi dalam tiga kloter khusus untuk menangani RS Darurat Corona yang saat ini dalam tahap persiapan akhir.

"Seluruh rumah sakit swasta di Sragen juga kami libatkan, masing-masing mengirimkan dua paramedis. Untuk dokter spesialisnya dipegang oleh DPJP (dokter penanggung jawab pasien) tim COVID-19 baik di RSUD dr Soehadi Prijonegoro maupun RSUD dr Soeratno Gemolong," ujar Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (DKK) Sragen, Agus Sudarmanto ditemui wartawan di sela mengecek persiapan RS Darurat di kompleks Technopark Ganesha Sukowati, Senin (6/4/2020).

Agus menuturkan DPKP konsultan yang akan menentukan pasien yang layak dirawat di RS Darurat Corona. Sebab, rumah sakit ini bakal difungsikan khusus untuk orang dalam pemantauan (ODP) dengan gejala ringan hingga sedang, serta pasien dalam perawatan (PDP) dengan gejala ringan.

"Nanti DPJP yang akan melakukan screening, pasien-pasien mana yang memerlukan perawatan di RS Darurat ini. Jadi kami tidak bisa langsung menerima dari puskesmas. Tim COVID-19 dari RSUD dr Soehadi dan RSUD dr Soeratno yang berwenang menentukan," terang Agus.

Agus mengatakan untuk memastikan para tenaga medis tidak tertular Corona, maka pihaknya bakal menerapkan sistem karantina. Semua tenaga medis yang selesai bertugas di RS Darurat Corona bakal diwajibkan menjalani isolasi selama 14 hari.

Pemerintah: 11.242 Orang Jalani Tes Corona, 80% Hasilnya Negatif: