Seruan Kompak Tokoh, Ormas dan Paguyuban di Jateng-DIY: Jangan Mudik!

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 04 Apr 2020 13:20 WIB
Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat Indonesia untuk tidak diperkenankan mudik demi mencegah penularan virus corona (COVID-19).
(Foto: Antara Foto)
Yogyakarta -

Demi menekan penyebaran virus Corona (Covid-19), para kepala daerah, tokoh, pimpinan ormas hingga paguyuban-paguyuban warga di Jateng-DIY menyampaikan harapan dan pesan agar para perantau maupun warga luar daerah tidak mudik dulu tahun ini.

Berikut ini kutipan-kutipan seruan dari sejumlah tokoh, pimpinan ormas maupun para pengasuh paguyuban warga:

"Bapak ibu, sekaligus saya ndherek titip (ikut menitipkan pesan). Tolong berpesan pada keluarga panjenengan (Anda) yang saat ini masih ada di Jakarta, Surabaya, atau kota perantauan lainnya. Tolong bilang agar tidak usah pulang sekarang. Tetap di posisi masing-masing hingga virus ini mereda. Saya akan berkoordinasi dengan gubernur setempat."
(Maklumat Gubernur Ganjar Pranowo, detikcom - 3/4/2020)


"Karena itu, tidak ada masalah apabila tidak mudik. Di dalam ajaran Islam, menyelamatkan kehidupan jauh lebih penting dibandingkan dengan melaksanakan tradisi yang mengandung risiko keselamatan, misalnya karena virus Corona atau sebab-sebab lainnya."
(Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu'ti, detikcom - 2/4/2020).

"Untuk mudik bisa dipertimbangkan dengan situasi di mana dia mau datang ya. Daerah yang dituju dan ditinggalkan, dilihat situasinya. Jadi bukan (melarang), tapi harus dengan pertimbangan, wong itu (mudik) juga tidak harus kok. Mudik kan tidak ajaran agama, tradisi silaturahim saja."
(Penasihat PWNU DIY, KH Azhari Abta, detikcom - 2/4/2020).


"Jadi kita berpesan sayangi diri keluarga dari bahaya ini, dan kawan-kawan yang belum pulang untuk lebih aman sementara tinggal di perantauan dulu, nunggu keadaan ini aman."
(Pendiri Komunitas Republik Ngapak, Ken Setiawan, detikcom - 30/3/2020)

"Kami sudah dan selalu mengimbau anggota kami untuk tidak mudik ke kampung halaman dulu di Wonogiri."
(Ketua Paguyuban Keluarga Wonogiri Sukses/Keris, Eddy Prayitno, detikcom - 30/3/2020)

"Imbauan (untuk tidak mudik) sudah ada dari saat masih longgar (belum banyak kasus COVID-19), sudah imbau terus-menerus, sudah bertubi-tubi, sampai berbusa-busa ini. Imbauannya supaya mereka jangan pulang."
(Ketua Umum Ikatan Keluarga Gunungkidul/IKG, Eddy Sukirman, detikcom - 1/4/2020)

Polisi Dilarang Mudik Tahun Ini!:

(mbr/mbr)