Terpopuler di Yogya: Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Bicara Soal Penggundulan

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 29 Feb 2020 10:25 WIB
Polres Sleman akhirnya menghadirkan tiga tersangka yang bertanggung jawab atas tragedi siswa SMPN 1 Turi yang hanyut saat susur Sungai Sempor, Donokerto, Turi, Sleman pada Jumat (21/2). Tragedi itu mengakibatkan 10 siswi tewas.
Pembina Pramuka tersangka tragedi susur sungai SMPN 1 Turi di Mapolres Sleman (Foto: Jauh Hari Wawan S)
Yogyakarta -

Penampilan gundul para pembina Pramuka SMPN 1 Turi saat dihadirkan sebagai tersangka tragedi susur sungai yang menewaskan 10 siswi menuai sorotan. Penggundulan ini menuai kecaman dari asosiasi guru namun akhirnya ditepis para tersangka demi alasan keamanan.

Kritik penggundulan para pembina Pramuka yang juga merupakan guru di SMPN 1 Turi ini datang dari Ikatan Guru Indonesia (IGI). Mereka memprotes tindakan polisi yang memperlakukan guru sama seperti pelaku kriminal lainnya.

"Kami mengkritik perlakuan polisi terhadap guru. Seolah-olah mereka ini pencuri ayam yang harus digunduli dan sebagainya. Yang korupsi triliunan aja nggak dicukur kan. Kasihan ini guru belum-belum digunduli," kata Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim kepada wartawan, Rabu (26/2/2020).

Ramli mengakui tragedi susur sungai SMPN 1 Turi menggambarkan lemahnya kompetensi guru. Namun, menurutnya musibah memang sukar dihindari.

"Ini lemahnya kompetensi guru kita. Kejadian ini tak perlu terjadi. Harusnya memperhatikan kondisi cuaca dan medan yang dihadapi. Tapi sekali lagi ini kan musibah. Tidak ada unsur kesengajaan," ujar Ramli.

Hal senada juga disampaikan Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI). FSGI juga menilai polisi berlebihan terkait penggundulan ketiga tersangka Isfan Yoppy Andrian (36), Riyanto (58) dan Danang Dewo Subroto (58) ini.

"Pihak kepolisian jangan terlalu berlebihan: menggelandang; memamerkan guru di depan media, digunduli, dan perlakuan selayaknya pelaku kriminalitas berat. Sebab itu berpotensi akan menggiring opini masyarakat bahwa Tersangka Guru adalah pelaku kejahatan berat," kata Sekjen Heru Purnomo dalam keterangan tertulisnya, Rabu (26/2/2020).

Terpopuler di Yogya: Pembina Pramuka SMPN 1 Turi Bicara Soal PenggundulanPembina Pramuka tersangka tragedi susur sungai SMPN 1 Turi saat di Mapolres Sleman (Foto: Jauh Hari Wawan S)

Selain itu, Heru mengatakan bahwa seharusnya polisi menghormati guru. Menurutnya, polisi tidak perlu sampai mempermalukan tampilan para guru ini.

"Seharusnya pihak kepolisian memberikan perlindungan dalam bentuk menghormati dan menghargai tampilan tersangka di depan publik dengan tidak mempermalukan tampilannya dalam bentuk digunduli seperti pelaku kriminal berat," jelas Heru.

Buntut penggundulan ini, Pemerintah Kabupaten Sleman bersama perwakilan PGRI DIY dan LKBH PGRI DIY mendatangi Polres Sleman untuk meninjau langsung soal kondisi para tersangka. Tim Propam Polda DIY juga dikerahkan untuk menginvestigasi penggundulan ini.

Simak juga video Guru Tersangka Tewasnya 10 Siswi dalam Susur Sungai Minta Maaf:

Selanjutnya
Halaman
1 2