Dosen Diskors Gegara 'Hina Jokowi' Surati Mendikbud, Ini Respons Unnes

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 19 Feb 2020 20:59 WIB
Rektor Universitas Negeri Semarang (Unnes), Fathur Rokhman, Rabu (24/7/2019).
Universitas Negeri Semarang (Unnes). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Dosen Universitas Negeri Semarang (Unnes), Sucipto Hadi Purnomo menyurati Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim terkait skors yang diterimanya gegara 'hina Jokowi'. Lalu apa tanggapan pihak kampus?

"Unnes mempersilakan saja bila yang bersangkutan mengirim surat ke Kementerian," kata Kepala UPT Humas Unnes, Muhammad Burhanudin kepada detikcom, Rabu (19/2/2020).

Burhan menjelaskan, pihaknya sudah melapor kepada Kemendikbud dan Komisi Aparatur Sipil Negara (ASN) terkait hasil pemeriksaan terhadap Sucipto terkait kasus dugaan penghinaan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Unnes juga sudah melaporkan kepada Kementerian dan KASN hasil pemeriksaan yang telah dilakukan. Selanjutnya Unnes menunggu keputusan dari Kementerian dan KASN," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, dosen Unnes yang diskors karena dinilai menghina Jokowi, Sucipto, menyurati Mendikbud Nadiem Makarim. Surat tersebut berisi permintaan agar Nadiem turun tangan menyelidiki keputusan Rektor Unnes yang membebastugaskan sementara Sucipto sebagai dosen.

"Surat yang sebenarnya sudah saya tulis pada 1Kebu4 Februari lalu, baru saya kirimkan ke Menteri Pendidikan dan Kebudayaan via jasa pengiriman swasta Rabu ini. Surat juga saya tembuskan ke Rektor Unnes," kata Sucipto melalui pesan singkat, Rabu (19/2).

Sucipto berharap Mendikbud Nadiem dan jajarannya turun tangan untuk menelisik surat keputusan (SK) Rektor Unnes yang menonaktifkan sementara dirinya. Menurut Sucipto, ada keganjilan dalam keputusan Rektor Unnes itu.

"Soal keganjilan dalam surat keputusan itu, biarlah Pak, Mas Menteri, atau pejabat di bawahnya yang menelisik," ujarnya.

Sembari menunggu suratnya direspons Mendikbud Nadiem, Sucipto mengaku saat ini dia menikmati masa penonaktifan sementara sebagai dosen Unnes.

"Selama surat ini berproses, tentu saja saya nikmati konsekuensi dari SK Rektor tersebut, tidak boleh mengajar di Unnes, tidak boleh meneliti, dan tidak boleh melakukan pengabdian pada masyarakat. Tapi tiap hari saya tetap melakukan presensi," jelas Sucipto.

"Sesuai dengan SK itu, saya juga kan dilarang untuk menggunakan nama dan atribut Unnes dalam kegiatan pribadi maupun kelembagaan. Makanya, Senin (17/2) kemarin waktu ke kampus, saya nggak pakai baju yang ada logonya Unnes, kan bisa dianggap melanggar itu," sambungnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2