Toponimi Unik di Jateng-DIY

Pesona Menikmati Isi Cawet, Desa Perbukitan nan Indah di Pemalang

Robby Bernardi - detikNews
Sabtu, 08 Feb 2020 17:38 WIB
Desa Cawet di Pemalang
(Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Pemalang -

Jangan kaget bila cawet juga dijadikan nama sebuah desa di Kabupaten Pemalang. Desa Cawet ini telah tercatat sejak 195 tahun silam. Kalau berkunjung ke sana tak cuma namanya menarik, suasana alamnya pasti juga akan mempesona Anda.

Desa Cawet merupakan satu desa dari 15 desa yang berada di Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang. Dari ibukota Pemalang, desa ini berjarak sekitar 50 km dan berada di ketinggian antara 250 hingga 660 di atas permukaan air laut (dpl).

Saat detikcom menuju ke lokasi Desa Cawet, suguhan pemandangan perbukitan yang asri, dipenuhi dengan hutan pinus langsung menyambut. Desa ini memang berada di antara perbukitan Igir Jahe dan Bukit Bulu. Desa yang berlimpah air dan diapit oleh dua sungai besar yakni Kali Keruh (yang berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan) dan Sungai Polaga.


Sesampai di desa tersebut, detikcom disambut Riswanto, Kepala Seksi Pemerintah desa setempat. Bisa diduga, pertanyaan pertama pasti mengenai nama desa yang unik tersebut.

"Kalau asal usul kenapa dinamakan Cawet, ada beberapa versinya," kata Riswanto, Sabtu (8/2/2020).

Menikmati Indahnya Isi Cawet, Desa Alami nan Mempesona di PemalangJembatan Pelangi di atas Sungai Polaga (Foto: Robby Bernardi/detikcom)


Versi yang paling banyak dituturkan secara turun temurun, menurutRiswanto, bahwa nama desa itu memang berhubungan dengan bendacawet atau celana dalam. Dalam versi ini, namacawet diambil dari kata cawing dan tali. Cawing artinya kain penutup (kemaluan) dan tali merupakan pengikat celana.


Nama itu, lanjut Riswanto, diberikan secara tak sengaja oleh Adipati Pemalang saat itu, Adipati Reksodiningrat (Kanjeng Pontang), ketika mengunjungi desa tersebut pada pada tahun 1825. Kedatangan sang adipati untuk menyelesaikan persoalan warga yang enggan memilih pemimpin desa mereka.

"Saat itu, ceritanya Adipati langsung menemui warga yang tengah tandur (menanam padi) di sawah. Dia juga menunjuk langsung salah satu warga yang menggunakan cawing tali sebagai pimpinan desa ini," jelasnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2