Luur! Ini Lho Beda Klitih Dulu dan Sekarang Versi Walkot Yogya

Ristu Hanafi - detikNews
Rabu, 05 Feb 2020 17:24 WIB
Wali Kota Yogyakarta, Haryadi Suyuti saat bicara soal pemeriksaannya oleh KPK, Jumat (8/11/2019).
Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti, Jumat (8/11/2019). (Pradito Rida Pertana/detikcom)
Yogyakarta -

Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengaku prihatin dengan kembali maraknya aksi klitih atau kejahatan jalanan di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Haryadi pun mengaku heran karena ada perbedaan yang mencolok antara klitih zaman dulu dan sekarang.

"Ini yang jelas bahwa saya perlu luruskan, ini adalah kejahatan jalanan yang jadi fenomena sosial di tengah masyarakat," kata Haryadi saat dihubungi detikcom, Rabu (5/2/2020).

"Jangan disebut klitih. Klitih itu (artinya) bermain, itu (kejahatan jalanan) sudah bukan klitih lagi," sambungnya.

Menurut Haryadi, arti klitih adalah nongkrong atau bermain bersama teman. Bermain dalam artian yang positif dan tidak melakukan aksi kejahatan.

"Klitih dalam bahasa asalnya nongkrong, jalan cari teman. Dulu ada klitih karena dulu belum ada ponsel, mencari teman, jalan, klitih. Tapi yang sekarang berbeda. Jadi tindak kejahatan tapi juga disebut klitih, padahal bukan (seperti arti klitih zaman dulu)," ujar Haryadi.

Diberitakan sebelumnya, aksi klitih atau kejahatan jalanan menjadi sorotan publik. Hari ini klitih menjadi salah satu topik yang paling banyak dibahas di mesin pencarian Google hari ini. Bahkan tagar #DIYdaruratklitih dan #Klitih sempat ramai di Twitter.

Jika berbicara klitih, perhatian tertuju pada DIY. Bukan tanpa alasan, karena belakangan ini kasus klitih kembali marak terjadi di sejumlah tempat di DIY.

"Kami juga prihatin munculnya aksi klitih di Yogyakarta dan ramai juga dibahas di media sosial," kata Haryadi.

Haryadi menyebut Pemkot Yogyakarta tidak akan tinggal diam. Pihaknya berkomitmen turun tangan menangani dan menanggulangi aksi klitih. Ia mengungkapkan telah berkoordinasi secara internal dari tingkat pemerintah kota hingga kelurahan serta berkomunikasi dengan kepolisian dan TNI.

"Akan kami tindak lanjuti. Ini komitmen kami kepada warga masyarakat. Kami koordinasi dengan Polri dan TNI juga, untuk membantu ungkap kasus kejahatan jalanan ini. Karena sudah menjadi fenomena sosial di tengah masyarakat DIY," ujarnya.

Tonton juga video Banyak Kafe Kekinian, Kuliner Tradisional di Yogya Terancam?:

[Gambas:Video 20detik]

(rih/sip)