Ada Peringatan Cuaca Buruk, Nelayan di Bantul Siap Alih Profesi

Pradito Rida Pertana - detikNews
Kamis, 09 Jan 2020 20:18 WIB
Nelayan di Pantai Samas, Bantul. Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Menyikapi peringatan cuaca ekstrem dari BMKG hingga 12 Januari mendatang, Sigit menyebut jumlah nelayan yang melaut kemungkinan semakin berkurang. Sebab para nelayan mulai beralih profesi sementara.

"Biasanya pada beralih profesi, ada yang menjaring ikan di sungai, kalau yang punya lahan pasir biasanya bercocok tanam. Nah, kalau yang nggak punya apa-apa biasanya mencari rosok (barang rongsokan) di muara, rosok plastik lalu dijual kembali," ucapnya.


Sementara itu, salah seorang nelayan Pantai Samas, Misto (43) mengaku munculnya cuaca ekstrem jelas mengganggu nelayan untuk mengais rezeki dari laut. Ia juga mengaku sementara akan berhenti melaut jika cuaca tidak memungkinkan.

"Ya kalau cuaca buruk lagi menganggur paling, kalau tidak ya sementara cari kerja lain, karena risiko juga kan kalau nekat melaut," katanya.

Diberitakan sebelumnya, BMKG memprediksi wilayah DIY bakal diguyur hujan dengan intensitas sedang-lebat hingga 12 Januari 2020 mendatang. Hal itu disebabkan karena pengaruh angin Monsun Asia yang melintas.

"Saat ini Jateng dan DIY sedang dipengaruhi oleh Monsun Asia yang sifatnya basah dan intensitasnya menguat seiring meningkatnya frekuensi kemunculan pusat tekanan udara rendah di Samudera Hindia selatan wilayah Indonesia," kata Kepala Kelompok Analisa dan Prakiraan Cuaca BMKG Stasiun Klimatologi Mlati Yogyakarta, Sigit Hadi Prakosa kepada detikcom, Rabu (8/1).
Halaman

(sip/sip)