Wisatawan Tenggelam Saat Main Body Board di Pantai Gunungkidul

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 18 Des 2019 19:41 WIB
Tim rescue bersiap melakukan pencarian terhadap korban laka laut di Pantai Slili, Rabu (18/12/2019). (Foto: Dok. SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul)
Gunungkidul - Wisatawan asal Semarang, Ahmad Mustofa (20) hilang terseret ombak Pantai Slili, Desa Sidoharjo, Kecamatan Tepus, Kabupaten Gunungkidul saat bermain body board di area rip current.

Tak hanya itu, pemilik persewaan body board, Pardi (43), juga tenggelam dan hilang saat berupaya menolong Mustofa. Tim SAR masih melakukan pencarian terhadap dua orang tersebut.

Koordinator SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul Marjono menjelaskan kejadian terjadi sekitar pukul 15.30 WIB sore tadi. Berawal saat Mustofa warga Dusun Cabean Wetan, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang bersama rekan-rekannya bermain di Pantai Slili. Sesampainya di pantai tersebut, Mustofa menyewa body board dan berlanjut dengan bermain air.


"Korban malah bermain body board sendirian ke tengah (laut). Karena kan bermain di area rip current, korban terseret arus dan terlepas dari body board lalu tenggelam," katanya saat dihubungi wartawan, Rabu (18/12/2019).

"Padahal dari awal petugas sudah mengimbau agar dia (Mustofa) tidak bermain di area berbahaya atau rip current, tapi tidak dihiraukan," imbuh Marjono.


Wisatawan Tenggelam Saat Main Body Board di Pantai GunungkidulProses pencarian terhadap dua korban laka laut di Pantai Slili, Gunungkidul, Rabu (18/12/2019).Foto: Dok. SAR Satlinmas Wilayah II Gunungkidul

Mendapati hal tersebut, Pardi yang merupakan warga Dusun Pule Gundes, Desa Sidoharjo, Tepus itu lantas berusaha untuk menolong Mustofa. Menurut Marjono, Pardi langsung berlari dan berenang ke arah Mustofa.

"Tapi karena derasnya arus, Pardi malah ikut tenggelam," ucapnya.


Tim SAR yang mengetahui hal tersebut langsung melakukan pencarian terhadap kedua korban. Bahkan, Tim SAR mengerahkan 60 personel dalam pencarian tersebut.

"Tadi sudah kita kerahkan empat kapal jukung dan tim selam juga tapi hasilnya masih nihil. Karena itu pencarian (di laut) dihentikan sementara dan dilanjutkan pemantauan lewat darat. Kemungkinan besok pagi-pagi kami lanjutkan pencarian (di laut)," kata Marjono.




Tonton juga video Gunung di Selandia Baru Meletus, 5 Wisatawan Tewas:

[Gambas:Video 20detik]



(rih/sip)