Nadiem Longgarkan Sistem Zonasi, Ganjar: Jangan Tergesa-gesa

Ristu Hanafi - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 21:53 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rapat terkait pencemaran Bengawan Solo, Selasa (3/12/2019). (Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah)
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di rapat terkait pencemaran Bengawan Solo, Selasa (3/12/2019). (Foto: Dok. Humas Pemprov Jawa Tengah)
Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak tergesa-gesa dalam penentuan mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Ia meminta Kemendikbud melibatkan daerah agar permasalahan dalam PPDB sebelumnya tak terulang.

"Saya kira ada baiknya dimantapkan dulu, jangan tergesa-gesa, dihitung dengan baik. Sehingga keputusan yang akan diambil tidak menimbulkan masalah seperti tahun lalu," kata Ganjar di sela peringatan Hari AIDS Sedunia di Wisma Perdamaian, Rabu (11/12/2019).


Menurut Ganjar, keputusan tentang PPDB harus dimantapkan terlebih dahulu dengan menghitung ulang dan juga mengevaluasi pelaksanaaan PPDB tahun lalu. Ganjar menyatakan siap jika Kemendikbud ingin mengambil sampel beberapa daerah di Jawa Tengah untuk memberikan masukan terkait PPDB.

"Kami akan senang apabila diminta bantuan untuk pengalaman tahun lalu. Sehingga, apapun yang akan diputuskan, tidak akan merepotkan baik untuk pelaksana yakni Pemda, wali murid dan calon siswa itu sendiri," ujarnya.


Ganjar menambahkan, dibutuhkan evaluasi total agar pelaksanaan PPDB berjalan dengan baik. Kementerian harus memastikan kesemrawutan tahun lalu tidak terulang lagi.

"Jangan sampai seperti tahun lalu, saya harus telepon Pak Menteri, staff ahli dan Dirjen, karena kroditnya permasalahan yang terjadi di lapangan," jelasnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2