Cerita Pedagang Mi Ayam Klaten Antisipasi Teror Kobra Lagi

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 11 Des 2019 12:38 WIB
Penampakan ular kobra di warung mi ayam (Achmad Syauqi/ detikcom)
Klaten - Belasan kobra meneror warung mi ayam milik Sarmiati (38) di Karangdowo, Klaten. Sarmiati kini menyebar kapur barus untuk mengantisipasi serangan ular berbisa itu.

"Sekarang lebih hati-hati. Kolong dan sudut rumah disebar kapur barus," kata Sarmiati kepada detikcom, Rabu (11/12/2019).


Tips itu didapatkan Sarmiati dari petugas Damkar Pemkab Klaten. Dia juga tidak menggunakan garam karena tidak efektif.

Dari pengakuannya, beberapa ular kobra yang dia temukan ada di bagian tumpukan kardus dan tumpukan sampah.

"Ada dua yang ditemukan di kardus. Kami juga kaget awalnya," tuturnya.


Rupanya ada penjelasan ilmiah soal temuan ular di tumpukan sampah ataupun kardus ini. Ternyata ular menyukai tempat yang nyaman agar bisa bersarang.

"Tumpukan barang yang disukai kobra bisa bahan bangunan, kertas, maupun sampah. Selama ada tumpukan, kobra rawan datang bersarang," kata peneliti herpetologi bidang amfibi dan reptil LIPI, Amir Hamidy.


Amir juga menambahkan ular sensitif terhadap bau, sehingga ular cenderung akan menghindari tempat-tempat yang berbau atau memiliki bau menyengat.

"Sama seperti ular lain, kobra juga sensitif pada bau, misalnya kapur barus atau wangi obat pel lantai. Contoh saat masyarakat masih menggunakan minyak tanah, jarang ada ular masuk rumah. Baru sekarang saja setelah tidak ada lagi minyak tanah," bebernya.



Teror Kobra di Citayam Berlanjut Walau 30 Anaknya Telah Ditangkap:

[Gambas:Video 20detik]

(ams/sip)